
KONSUMSI daging masyarakat Kabupaten Pasuruan, masih jauh dari ideal. Padahal, protein hewani menjadi salah satu sumber zat gizi penting untuk menunjang pertumbuhan, menjaga massa otot, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi daging sapi masyarakat Kabupaten Pasuruan, hanya 0,01 kilogram per kapita per minggu. Atau, setara pengeluaran sekitar Rp1.100. Sementara, konsumsi daging ayam mencapai 0,1 kilogram per kapita per minggu dengan nilai sekitar Rp 2.150.
Rendahnya konsumsi tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Selain daya beli, daging masih dipandang sebagai makanan yang dikonsumsi pada momen tertentu, seperti hari raya atau hajatan keluarga.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan dr. Arif Junaedi menjelaskan, protein hewani memiliki keunggulan. Mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. “Protein adalah salah satu makronutrien yang esensial, yang berfungsi sebagai bahan dasar untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot, kulit, dan organ,” katanya.
Daging merah juga menjadi sumber zat besi heme yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari bahan pangan nabati. Kandungan vitamin B12 di dalamnya juga berperan penting bagi fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah.
Meski demikian, konsumsi daging tetap harus dilakukan secara bijak. Masyarakat disarankan memilih potongan daging rendah lemak serta mengimbanginya dengan sayur dan sumber karbohidrat sehat. Agar kebutuhan gizi terpenuhi tanpa meningkatkan risiko penyakit degeneratif.
“Memilih potongan daging yang lebih lean atau rendah lemak, dan mengimbangi dengan banyak sayuran dan sumber karbohidrat sehat, dapat membantu menjaga pola makan yang seimbang,” jelas Arif.
Dengan pola konsumsi yang tepat, protein hewani tetap menjadi bagian penting dalam menu gizi seimbang. Terutama bagi anak-anak pada masa pertumbuhan, ibu hamil hingga kelompok lanjut usia yang membutuhkan asupan protein lebih tinggi. (tom/rud)



