PASURUAN, Radar Bromo-Jumlah rumah susun sewa (rusunawa) di kota Pasuruan dinilai belum ideal. Pemkot kembali mengusulkan tambahan rusunawa ke pemerintah pusat. Rencananya rusunawa baru itu akan dibangun di lahan dekat rusunawa Tembokrejo.
Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) kota Pasuruan, Akung Novajanto menyebut saat ini aset rusunawa yang dimiliki pemkot berjumlah tiga buah.
Yakni Rusunawa Temborejo, Petahunan dan Tambaan. Jumlah ini dirasa belum ideal.
Sebab minat masyarakat kota dalam menyewa rusunawa sangat tinggi.
Antrean terjadi di ketiga rusunawa. Rata rata, daftar tunggu hampir selalu di atas 30 kepala keluarga (KK).
Apalagi, rusunawa menawarkan harga sewa yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Karena itu, pemkot berniat mengusulkan rusunawa baru ke pusat. Usulan ini sudah disampaikan sejak 2024 silam, namun belum ada jawaban.
Mengingat permintaan serupa juga dilakukan oleh daerah lain. Pihaknya meminta agar dibantu pembangunan satu rusunawa.
"Minat masyarakat pada hunian terjangkau sangat tinggi. Banyak yang ingin menyewa namun terbatas karena hunian penuh," jelasnya.
Akung menyebut, ketiga rusunawa yang dikelola oleh pemkot memiliki tipe yang berbeda. Rusunawa Tembokrejo bertipe 36 dan memiliki 70 kamar hunian. Sementara rusunawa Petahunan dan Tambaan bertipe 21 dan masing masing memiliki 196 kamar hunian.
Pihaknya mengusulkan agar rusunawa baru memiliki tipe seperti rusunawa Tembokrejo.
Jika disetujui, rusunawa baru ini bisa dibangun di lahan dekat rusunawa Tembokrejo. Mengingat ada lahan kosong di tanah aset pemkot itu yang bisa dimanfaatkan.
"Usulan penambahan rusunawa selalu kami sampaikan tiap tahun. Dan kami usulkan lagi tahun ini," tutur Akung. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto