PASURUAN, Radar Bromo– Kemarau memang belum tiba. Namun, ancaman krisis air bersih sudah dipetakan di Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 25 dusun yang tersebar di tiga kecamatan masuk kategori rawan kekeringan saat musim kemarau.
Wilayah paling rentan tersebar di Kecamatan Winongan, Lumbang, dan Pasrepan. Tiga kawasan itu hampir saban tahun mengalami kesulitan air bersih ketika musim kemarau mulai memanjang.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Pasuruan mulai menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Mulai pembangunan tandon air di dusun terdampak, hingga rencana instalasi air bersih permanen.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, pembangunan tandon menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap distribusi bantuan air bersih. Rencananya, tandon akan dibangun di puluhan dusun yang masuk peta rawan kekeringan.
“Pemkab segera membangun tandon di masing-masing dusun terdampak. Yaitu di 25 dusun yang berada di tiga kecamatan, mulai Winongan, Lumbang, dan Pasrepan,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga mulai mendorong warga membiasakan untuk menampung air hujan sebelum puncak kemarau datang. Langkah tersebut dinilai penting sebagai cadangan air rumah tangga, maupun kebutuhan ternak.
Untuk mendukung kebutuhan pertanian dan peternakan, BPBD telah menyalurkan bantuan terpal ke wilayah terdampak.
Baca Juga: Tekan Kekeringan, Pemkab Pasuruan Gerojok Rp 611 Juta untuk Pipanisasi Petung, Pasrepan
Masing-masing dusun menerima tiga lembar terpal yang digunakan sebagai penampung air sementara.
“Terpal ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan ternak maupun penyiraman tanaman agar aktivitas warga tetap berjalan,” katanya.
Meski upaya mitigasi dilakukan lebih awal, BPBD memastikan distribusi bantuan air bersih tetap disiagakan.
Jika kondisi kekeringan memburuk, armada tangki air akan diterjunkan secara rutin ke wilayah terdampak.
“Kami tetap siapkan distribusi air bersih apabila kondisi di lapangan mulai mengkhawatirkan,” tegas Sugeng.
Tak hanya solusi jangka pendek, Pemkab Pasuruan juga menyiapkan langkah permanen. Pada 2027, pemerintah daerah berencana membangun instalasi air bersih di kawasan rawan kekeringan.
Harapannya, warga di wilayah selatan Kabupaten Pasuruan tidak lagi bergantung penuh pada dropping air bersih setiap musim kemarau datang. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi