PASURUAN, Radar Bromo-Pelatihan kerja tetap dianggarkan oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Pasuruan tahun ini. Namun, anggarannya turun drastis dari tahun lalu. Tahun ini, dialokasikan Rp 1,3 miliar melalui dana bagi hasil cukai dan tembakau (DBHCHT).
Angka ini turun jika dibandingkan tahun 2025. Saat itu pemkot mengalokasikan Rp 2 miliar melalui DBHCHT. Pelaksanaannya masih menunggu SK wali kota. Ditargetkan Juli mendatang mulai dilaksanakan.
Kabid Tenaga Kerja, Dedi Mulyadi menyebut ada tujuh pelatihan yang akan dilaksanakan tahun ini. Berkurang dari tahun lalu sebanyak 12 pelatihan. Artinya menurun lima pelatihan. Anggarannya juga berkurang Rp 700 juta.
"Insyaallah dilaksakan Juli ini. Tinggal menunggu persetujuan melalui SK wali kota," kata Dedi.
Ia menyebut dampak keterbatasan anggaran ini membuat besaran transport yang diberikan pada peserta pelatihan berkurang.
Tahun ini hanya Rp 50 ribu. Sebelumnya bisa Rp 75 ribu. Pelatihan dilaksanakan antara dua pekan sampai satu bulan.
Pelatihan yang dilaksanakan diantaranya, desain grafis, make up artist (mua) dan barista. Sasarannya maayarakat yang berusia produtif dan belum bekerja.
Setiap pelatihan dibatasi maksumal 20 peserta. Sehingga dilakukan tes bagi peserta yang mendaftar.
"Ada yang lima hari kerja. Dan adapula yang enam hari kerja. Tergantung instrukturnya," sebut Dedi. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid