Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pengalihan Arus Lalu Lintas Imbas Perbaikan Jembatan Book Wedi Pasuruan, JLS Kian Padat Kendaraan, Warga Takut Melintas

Fahrizal Firmani • Kamis, 14 Mei 2026 | 18:25 WIB

 

PADAT: Kendaraan besar berjejer melintas di JLS Kota Pasuruan. Selama jalur pantura ditutup sementara, volume kendaraan yang melintas di JLS sangat tinggi. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
PADAT: Kendaraan besar berjejer melintas di JLS Kota Pasuruan. Selama jalur pantura ditutup sementara, volume kendaraan yang melintas di JLS sangat tinggi. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

PASURUAN, Radar Bromo-Pengalihan arus lalu lintas imbas perbaikan jembatan Book Wedi Pasuruan, dari timur menuju Malang dan Surabaya atau sebaliknya, membuat volume kendaraan meningkat di jalur lingkar selatan (JLS) Kota Pasuruan.

Bahkan, sampai membuat sejumlah pengguna jalan mengeluh takut untuk melintas atau menyeberang.

Kepadatan kendaraan terjadi di sepanjang JLS. Mulai dari simpang Blandongan, Jalan Hasyim Asy'ari, Simpang Purutrejo, Jalan Untung Suropati, Simpang Kebonagung, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Gatot Subroto, hingga Simpang Karangketug. Kendaraan didominasi oleh roda empat, bus, hingga truk.

Peningkatan volume ini tidak terlepas dari penutupan jalur pantura karena perbaikan jembatan Book Wedi di Blandongan.

Sehingga kendaraan dari arah Surabaya dan Malang yang tidak melalui jalan tol dialihkan melewati JLS.

Aminah, salah seorang warga di sekitar Book Wedi mengatakan, tingginya volume kendaraan di JLS membuat warga sekitar kesulitan menyeberang atau melintas di jalan nasional itu.

Baca Juga: Pengalihan Arus Lalu Lintas Perbaikan Jembatan Book Wedi Pasuruan Dimanfaatkan Oknum Relawan: Ada Pungli, Picu Macet

Apalagi banyak kendaraan besar yang melintas dengan kecepatan cukup tinggi. Dia berharap, ada solusi agar JLS tidak terlalu padat.

"Di sekitar JLS ini kan banyak permukiman warga. Kami khawatir terjadi kecelakaan. Dalam sepekan ini saja ada dua kali kecelakaan," jelasnya.

Lurah Blandongan Saifuddin Zuhri menyebut, pihaknya kerap menerima keluhan serupa dari warga setempat.

Utamanya dari kalangan perempuan. Mereka mengeluh karena kepadatan JLS membuat warga setempat kesulitan menyeberang atau melintas.

Saifuddin berjanji akan mengoordinasikan hal ini dengan Dinas Perhubungan (Dishub) atau Satlantas Polres Pasuruan Kota. Sebab memang tidak ada jalur alternatif lain selain jalan tol dan ruas JLS menuju arah Malang atau Surabaya.

Baca Juga: Kabel dan Pipa jadi Hambatan Pembongkaran Jembatan Book Wedi Kota Pasuruan

"Kami minta masyarakat lebih bersabar. Karena ini hanya sementara selama perbaikan jembatan Book Wedi. Kami juga akan koordinasi dengan Dishub," tutur mantan Lurah Bakalan ini.

Kabid Lalu Lintas Dishub kota Pasuruan, Kisman Harianto menyebut, pihaknya sudah mengetahui kondisi ini. Rabu (13/5), Dishub bersama Polres Pasuruan Kota dan Dishub Jatim sempat membahas kepadatan volume kendaraan di JLS.

Disepakati penambahan rambu dan petugas untuk mengatur lalu lintas di lokasi. Rencananya, si setiap simpang akan dipasang rambu lalu lintas yang bertuliskan peringatan hati hati dan agar melambatkan laju kendaraan.

Selain itu, waktu petugas berjaga di lokasi juga akan ditambah. Jika selama ini hanya berjaga di jam sibuk, selanjutnya intensitasnya akan ditambah.

"Misalnya setiap beberapa jam, ada petugas yang datang ke lokasi memantau. Termasuk pemantauan di closed circuit television (CCTV) lebih intensif," sebut Kisman. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#pengalihan arus lalu lintas #book wedi #pasuruan #JLS #perbaikan jembatan