PASURUAN, Radar Bromo - Gelaran bergengsi Lomba Inovasi Kabupaten Pasuruan Maju, Sejahtera dan Berkeadilan (INOPAMAS) 2026, kini memasuki babak krusial.
Bertempat di suasana megah Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, sebanyak 31 nominator terpilih mulai "unjuk gigi" memaparkan ide-ide brilian mereka, di hadapan dewan juri selama dua hari, Selasa (12/5) dan Rabu (13/5).
Tahapan presentasi ini menjadi ujian sesungguhnya, setelah para peserta berhasil menyisihkan puluhan pendaftar lainnya di seleksi berkas.
Pada hari pertama, sebanyak 15 inovator tampil penuh percaya diri membedah urgensi dan dampak inovasi mereka.
Sementara itu, 16 nominator sisanya menyusul di hari kedua untuk memberikan performa terbaik demi meyakinkan tim penguji.
Kualitas inovasi tahun ini, diuji oleh panel juri yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Diana Lukita Rahayu, selaku Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pemkab Pasuruan; Nur Laily Arifiyah, Kepala Biro Jawa Pos Radar Bromo dari sisi perspektif publik dan media, serta Muhammad Mahrus Ali dari Akademisi Universitas Merdeka Pasuruan yang menakar inovasi dari sudut pandang ilmiah.
Satu hal yang mencuri perhatian tahun ini, adalah kemunculan kategori milenial. Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Pasuruan, Rosalina Yunita, mengungkapkan kekagumannya atas partisipasi anak muda.
Menurutnya, ide-ide yang dibawa kaum milenial bukan sekadar konsep mentah, melainkan solusi yang sudah matang dan siap pakai.
“Sangat luar biasa, terutama di kategori milenial yang baru dibuka tahun ini. Kami melihat ide-ide mereka sangat matang, unik, dan segar. Ini menunjukkan bahwa semangat berinovasi sudah merasuk ke generasi muda kita,” ujar Rosalina.
Meskipun banyak ide cemerlang bermunculan, Rosalina tak menampik bahwa sejumlah inovator masih menghadapi tantangan teknis dalam pengembangan skala luas.
Menjawab hal itu, Bapperida berkomitmen tidak akan membiarkan ide-ide tersebut berhenti di meja presentasi.
Sebagai pengampu kebijakan, Bapperida siap memberikan dukungan penuh (full support) melalui pembinaan intensif.
Tujuannya jelas, mematangkan konsep agar tidak hanya bermanfaat bagi daerah, tetapi juga layak bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami mencatat beberapa kendala yang dihadapi para peserta. Kedepannya, kami akan dampingi terus agar inovasi mereka berkembang maksimal. Bahkan, target kami adalah membawa inovator-inovator ini ke panggung kompetisi tingkat provinsi hingga nasional,” tegasnya.
Melalui Inopamas, Kabupaten Pasuruan berharap munculnya terobosan-terobosan baru, yang mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas. (ran/one/*)
Editor : Jawanto Arifin