PASURUAN, Radar Bromo - Ancaman cuaca ekstrem masih membayangi wilayah Pasuruan dan sekitarnya. Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena angin kencang diprediksi akan menjadi pemicu utama, naiknya ketinggian gelombang di sektor perairan.
Sehingga, menuntut kewaspadaan ekstra bagi para nelayan maupun pelaku aktivitas laut lainnya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengungkapkan, intensitas angin di wilayah perairan Pasuruan saat ini, masih berada dalam kategori tinggi.
Kecepatan angin di area Selat Madura diperkirakan mampu menembus angka 21 knot.
Kondisi ini secara langsung berdampak pada dinamika laut. Di mana tinggi gelombang diprediksi akan terus merangkak naik dalam beberapa hari ke depan.
"Berdasarkan analisis kecepatan angin saat ini, gelombang laut di perairan Pasuruan, diperkirakan mencapai ketinggian antara 0,5 hingga 1,2 meter. Kami mengimbau masyarakat, untuk tidak meremehkan kondisi ini dan tetap memantau perkembangan cuaca secara berkala," jelas Rendy.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi antarwarga, agar informasi mengenai potensi bahaya ini tersebar luas hingga ke pelosok pesisir.
Menanggapi peringatan tersebut, otoritas keamanan laut setempat bergerak cepat.
Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, AKP Edy Suseno, menegaskan pihaknya terus melakukan pendekatan persuasif dan dialogis kepada masyarakat pesisir.
Edukasi mengenai protokol keselamatan di laut menjadi prioritas utama, guna mencegah terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan.
"Kami tidak bosan-bosan mengingatkan para nelayan dan nakhoda kapal, untuk selalu melakukan pengecekan menyeluruh sebelum berangkat. Pastikan kapal dalam kondisi benar-benar layak laut, ketersediaan alat keselamatan seperti life jacket harus lengkap, dan yang terpenting, jangan pernah memaksakan diri melaut jika cuaca memburuk," tegas Edy.
Selain faktor teknis, ia juga mengingatkan, agar kapal tidak membawa muatan yang melebihi kapasitas (overload). Karena stabilitas kapal akan sangat rentan, saat dihantam angin kencang dan gelombang tinggi.
"Keselamatan adalah prioritas utama. Tetap waspada, tetap tenang, dan jangan lupa untuk selalu berdoa di setiap memulai aktivitas," bebernya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin