
PASURUAN, Radar Bromo – Rata-rata lama menginap (RLMT) wisatawan di Kota Pasuruan stagnan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan mencatat, RLMT wisatawan hanya satu hari.
Kepala BPS Kota Pasuruan Imam Sudamardji menuturkan, RMLT gabungan di Kota Pasuruan selama awal tahun ini adalah 1,00.
Artinya, rata-rata seorang tamu hotel atau wisatawan menginap adalah satu hari. Angka ini tidak berubah jika dibandingkan tahun 2025.
"Selama dua tahun terakhir ini, RMLT tamu hotel di kota Pasuruan itu tetap. Sekitar satu hari," katanya.
Imam menyebut, kemampuan sektor pariwisata di Kota Pasuruan untuk memikat wisatawan nusantara maupun mancanegara dapat tercermin dari besar kecilnya rata-rata tamu menginap.
Nilai RMLT ini juga menjadi indikator yang menunjukkan adanya peningkatan atau penurunan aktivitas ekonomi.
"Banyak tamu datang menginap dengan berbagai alasan. Berwisata hingga bertemu anaknya di pondok," sebut Imam.
Anggota Komisi II DPRD Kota Pasuruan Ismu Hardiyanto menuturkan, perlu ditelisik lebih jauh apakah rata-rata yang menginap ini berwisata atau karena urusan bisnis.
Tentunya pihaknya mendorong agar pemkot bisa membuat kebijakan yang membuat masyarakat luar daerah betah di Kota Pasuruan.
Misalnya dengan membuat agenda pameran industri atau kegiatan kesenian yang bisa mendatangkan tamu dari luar daerah.
Sehingga masyarakat yang berkunjung ke Kota Pasuruan bukan hanya menikmati wisata religi. Tapi betah karena ada kegiatan lain yang menarik di kota.
"Tidak semua orang dari luar daerah yang datang berwisata religi menginap," jelas politisi PKS ini. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi