Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Permudah Akses Antardusun di Desa Wotgalih Nguling, Saluran Air untuk Pertanian Juga Dibenahi

Fuad Alyzen • Senin, 4 Mei 2026 | 09:02 WIB
PROSES PEMBANGUNAN: Pemasangan paving di Dusun Sumber saat pertama kali dikerjakan. Kini akses jalan sudah makin mulus. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)
PROSES PEMBANGUNAN: Pemasangan paving di Dusun Sumber saat pertama kali dikerjakan. Kini akses jalan sudah makin mulus. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

SEKTOR pertanian masih menjadi fokus pembangunan di Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling karena banyak warga yang bekerja di bidang ini. Selain infrastruktur, pemdes juga melakukan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

Tahun 2025 Pemerintah Desa membenahi saluran air atau irigasi yang sering digunakan petani untuk mengairi tanaman di sawahnya. Salah satunya irigasi di RT 13/RW 3, Dusun Pejanten yang dibangun untuk mempermudah pengairan.

Irigasi ini menghubungkan ke sawah-sawah warga. Saat membutuhkan bisa buka tutup agar air bisa mengalir ke lahan sawah masing-masing,” kata Sekretaris Desa Wotgalih Risqy Gunawan Putra.

Panjang irigasi yang dibangun 180 meter dengan lebar 1 meter tersebut mampu menampung debit air dengan ketinggian 60 sampai 80 sentimeter.

UNTUK PERTANIAN: Saluran irigasi di Dusun Pejanten yang kini sudah dimanfaatkan petani di Desa Wotgalih. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

UNTUK PERTANIAN: Saluran irigasi di Dusun Pejanten yang kini sudah dimanfaatkan petani di Desa Wotgalih. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

Besar debit air itu sangat cepat untuk mengairi lahan sawah milik masyarakat yang mayoritas ditanami padi dan palawija seperti jagung.

Sejauh ini irigasi sering digunakan akses pengairan sawah oleh warga. Air bisa menggunakan mesin pompa bor. Ada juga yang mengambil air sungai saat debit sungai meninggi.

Selain itu pembangunan di tahun kemarin TPT di RT 19/RW 4, Dusun Karanganyar. TPT ini memiliki volume panjang 190 meter dan tinggi 1,5 meter. TPT ini dibangun lantaran pada lahan tersebut sering terjadinya longsor.

Ada pula pavingisasi untuk memperlancar akses antardusun. Misalnya  di RT 6 dan 7/RW 2, Dusun Sumber. Dengan masing-masing memiliki volume di RT 6 lebar 120 x 2 meter dan RT 7 2 x 42 meter. “Pembangunan tersebut sudah selesai pada tahun kemarin,” sampainya.

Risqy menjelaskan, pembangunan TPT dan paving itu demi kenyamanan masyarakat untuk melintas.

Sebab dua pembangunan tersebut dikhususkan untuk masyarakat yang sering melintas setiap harinya. Jalan kini dimanfaatkan petani, anak sekolah dan warga yang hendak bekerja.

Setiap tahunnya, pesta ancak juga digelar di Wotgalih. Acara ini sebagai selamatan desa. Biasanya warga akan mengumpulkan hasil bumi atau hasil panen, yang mayoritas jagung dan padi.

Nanti hasil itu akan dibagi ratakan ke masyarakat kembali. Pesta ancak digelar di balai desa.

“Tujuannya tak lain acara ini adalah selamatan desa. Selain kesenangan ini juga tujuannya mempererat tali persaudaraan warga di Desa,” sampainya.

KETAHANAN PANGAN: Kandang ayam petelur yang dibangun tahun ini. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

KETAHANAN PANGAN: Kandang ayam petelur yang dibangun tahun ini. (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

Pasang Lima CCTV untuk Keamanan

Meski anggaran desa difokuskan ke pembangunan koperasi desa merah putih (KDMP) Pemdes Wotgalih tetap memiliki program ketahanan pangan. Tahun 2026 ini pemdes sudah membangun kandang ayam petelur di RT 20/RW 4, Dusun Karanganyar sebagai wujud ketahanan pangan.

Total anggaran Rp 194.361.000. Pemdes juga akan membeli ayam dengan jumlah 500 ekor. Setelah beroperasi nanti, akan dikelola oleh BUMDes. “Ayam petelur ini sudah lebih 50 persen. Nanti akan sudah bisa dioperasikan,” sampai Sekdes Wotgalih Risqy Gunawan Putra.

Pemerintah Desa Wotgalih juga memikirkan juga akan mempekerjakan warga desa yang menganggur.

Setiap tahunnya acara itu akan digelar, berupa pembersihan desa dari kotoran dari alam. Seperti musim hujan, dari rumah warga kotoran sapi berkeliaran. Itu dilakukan pembersihan membayar warga yang menganggur.

Kegiatan ini sudah rutin digelar. Antara 20 sampai 30 warga dipekerjakan. Gaji perhari bisa sampai Rp 100 ribu. “Semacam reboisasi. Membersihkan kotoran-kotoran setelah musim hujan,” sampainya.

Pihak desa juga merencanakan pemasangan lima CCTV di masing-masing dusun. CCTV akan terpasang di lokasi yang rawan kejahatan. Titik-titiknya di lima dusun.

Jadi CCTV ini akan dikelola oleh masing-masing kepala Dusun. Diantaranya Dusun Karanganyar, Sumber, Pejanten, Krajan dan Rembang. Jadi cctv akan terkoneksi ke handphone milik Kasun. Tujuannya untuk memudahkan pengungkapan kejahatan di desanya.

“Satu titik itu dianggarkan 60 juta,” sampai Sekdes Wotgalih Risqy Gunawan Putra..

Selain peningkatan pembangunan Pemdes juga akan meningkatkan kapasitas pelayanan. Jadi seluruh perangkat dan mitra desa melakukan pelatihan dengan mendatangkan pemateri dari kecamatan. “Kami adakan pelatihan seperti keadministrasian, kepemimpinan dan lainnya. Intinya kami menambahkan bobot skil dalam pelayanan masyarakat,” ujarnya. (zen/fun/*)

Program Desa Wotgalih Tahun 2026

-          Melanjutkan perbaikan saluran irigasi

-          Pembangunan kandang ayam petelur

-          Pemasangan CCTV di 5 dusun

Editor : Abdul Wahid
#desa wotgalih #Membangun desa