PRIGEN, Radar Bromo - Setelah “tertidur” selama kurang lebih lima bulan, jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang akhirnya siap menyambut kembali para pendaki.
UPT Tahura R. Soerjo mengonfirmasi bahwa penutupan panjang yang dimulai sejak 16 November 2025 lalu akan segera berakhir.
Kepala UPT Tahura R. Soerjo Agustiningtyas Marini memberikan kepastian bahwa gerbang pendakian akan resmi dibuka pada pertengahan pekan ini.
“Pendakian Arjuno dan Welirang dibuka kembali mulai Kamis (7/5),” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (3/5).
Keputusan untuk membuka kembali akses pendakian ini tidak diambil sembarangan. Ada beberapa pertimbangan matang yang mendasarinya.
Cuaca mulai stabil, intensitas hujan di kawasan puncak mulai menurun. Jalur sudah steril, petugas telah melakukan monitoring dan pembersihan jalur dari pohon tumbang atau rintangan lainnya.
Keamanan terjamin, kondisi lapangan dinilai sudah cukup aman untuk aktivitas luar ruangan.
Meski sudah dibuka, Marini mengingatkan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Para pendaki tidak boleh abai terhadap aturan. Harus memahami dan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) pendakian yang telah ditetapkan.
“Saat jalur pendakian dibuka kembali, para pendaki wajib mempersiapkan diri dengan membaca dan mengikuti ketentuan SOP pendakian,” bebernya.
Pembukaan ini berlaku serentak di seluruh pintu masuk. Termasuk jalur populer via Tretes, Kecamatan Prigen dan Tambakwatu, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.
Namun pihak pengelola masih terus waspada. Bahkan, tidak ragu untuk menutup kembali jalur secara mendadak jika terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya.
“Pendakian dapat ditutup sewaktu-waktu bila terjadi cuaca ekstrem atau kondisi darurat lainnya," kata Marini. (zal/rud)
Editor : Fahreza Nuraga