PASURUAN, Radar Bromo– Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah dataran tinggi Kabupaten Pasuruan pada Kamis sore (30/4) memicu sederet bencana hidrometeorologi.
Tak hanya memutus akses jalan dusun, terjangan longsor juga membuat tiga bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Tutur dan Puspo mengalami kerusakan pada bagian tebing penyangganya.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat, rentetan kejadian tersebut bermula sekitar pukul 17.00.
Di Kecamatan Tutur, tebing SDN Kalipucang 3 ambrol sepanjang 15 meter dengan ketinggian mencapai 4 meter.
Kondisi ini mengancam struktur bangunan sekolah jika tidak segera ditangani.
Nasib serupa menimpa wilayah Kecamatan Puspo. Tebing di SDN Palangsari 3 ambrol sekitar 5 meter, sementara di SDN Kemiri 1, air sempat meluap dan masuk ke area sekolah.
Baca Juga: Tebing Longsor Imbas Diguyur Hujan, Jalan di Blarang Tutur Sempat Tertutup
Tak hanya fasilitas pendidikan, satu rumah milik warga bernama Mian di desa setempat juga dilaporkan terkena hantaman material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat telah diterjunkan untuk memantau situasi di titik-titik bencana.
Beruntung, dalam rangkaian kejadian tersebut tidak ada laporan korban jiwa.
”Ada beberapa titik longsor dan tebing ambrol akibat hujan deras kemarin sore. Selain sekolah, ada satu rumah warga di Desa Kemiri yang terkena longsoran tanah, tapi nihil korban jiwa,” kata Sugeng, Jumat pagi (1/5).
Bahkan, penanganan sementara sudah di SDN Kalipucang 3 sudah dilakukan beberapa saat setelah kejadian.
Sugeng menurunkan timnya untuk memastikan area longsor tidak terjangkau anak-anak saat aktivitas sekolah nanti.
“Untuk SDN Kemiri 1 sempat terkena luberan air, namun kondisi terkini sudah dipastikan aman,” terang Sugeng,
Selain kerusakan bangunan, akses publik juga terganggu. Jalan di depan SDN Palangsari 1 mengalami longsor sepanjang 15 meter.
Kondisi serupa terjadi di Dusun Jeglong, Desa Palangsari, di mana tebing jalan sepanjang 15 meter ambrol dan mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas.
Mengingat kondisi geografis yang ekstrem dan kendala waktu saat kejadian berlangsung pada malam hari, BPBD baru bisa melakukan langkah teknis lanjutan kemarin pagi.
”Mengingat waktu kemarin sudah malam dan medan yang cukup rawan, untuk wilayah di Kecamatan Puspo pagi ini kami terjunkan tim untuk melakukan asesmen menyeluruh. Kami akan hitung tingkat kerusakannya untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” jelas Sugeng.
Ia kembali mengimbau warga di lereng Gunung Bromo untuk tetap waspada.
Pasalnya, kondisi tanah yang jenuh air akibat hujan terus-menerus meningkatkan risiko longsor susulan, terutama di pemukiman yang berada di dekat tebing curam. (tom)
Editor : Muhammad Fahmi