Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemerintah Desa Sedarum di Nguling Pasuruan Permudah Akses Menuju Lahan Pertanian

Fahrizal Firmani • Kamis, 30 April 2026 | 06:53 WIB
SUDAH MULUS: Jalan di Dusun Sumur Sawah yang sudah terpasang paving. Selain jalan, jembatan di dusun ini untuk menuju lahan pertanian juga telah dibenahi. (Foto: Pemdes Sedarum for Jawa Pos Radar Bromo)
SUDAH MULUS: Jalan di Dusun Sumur Sawah yang sudah terpasang paving. Selain jalan, jembatan di dusun ini untuk menuju lahan pertanian juga telah dibenahi. (Pemdes Sedarum for Radar Bromo)

KONEKTIVITAS antarwilayah sangat penting. Karena itulah, Pemerintah Desa (Pemdes) Sedarum, Kecamatan Nguling langsung memperbaiki jembatan di Dusun Sumur Sawah tahun lalu karena badan jembatan amblas. Jembatan ini merupakan akses utama warga.

Kades Sedarum, Mohammad Halimi menyebut jembatan itu memang direncanakan untuk direhab sejak 2024. Sebab, badan jembatan itu amblas. Penyebabnya, tingginya volume kendaraan yang melintas di jembatan itu.

Jembatan desa itu menjadi akses utama bagi warga untuk bepergian sehari hari. Mulai bekerja, mengantar anak sekolah hingga jalan utama untuk pertanian. Banyak warga yang mengangkut hasil padi mereka menggunakan jembatan ini.

"Karena akses utama pertanian, maka banyak kendaraan besar kayak truk yang melintas. Sebagai angkutan pengangkut," jelasnya.

Halimi menyebut, selama jembatan mengalami amblas, fungsional dilakukan terbatas. Hanya bisa dilewati sepeda, motor, mobil atau pikap. Sebab jembatan memiliki lebar lebih dari delapan meter. Sementara truk tidak bisa karena jalur terbatas.

Perbaikan dilakukan selama tiga bulan. Selama perbaikan, aktivitas masyarakat tetap berjalan normal. Perekonomian tidak terganggu. Aktivitas pengangkutan hasil pertanian masih bisa berjalan. Menggunakan kendaraan lebih kecil.

"Setelah perbaikan, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab sudah bisa dilintasi secara normal," sebut Halimi.

KONSEP GREEN HOUSE: Program Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Sedarum yang pernah memenangi lomba tingkat kabupaten. (Foto: Pemdes Sedarum for Jawa Pos Radar Bromo)
KONSEP GREEN HOUSE: Program Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa Sedarum yang pernah memenangi lomba tingkat kabupaten. (Pemdes Sedarum for Radar Bromo)

 

Tingkatkan Ketahanan Pangan melalui KRPL

Tidak hanya sarana prasarana desa yang diperhatikan oleh Pemdes Sedarum. Tahun lalu, desa juga membuat program pemberdayaan melalui kawasan rumah pangan lestari (KRPL). KRPL ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan di balai desa.

Kades Sedarum, Mohammad Halimi menuturkan, KRPL ini menggunakan lahan di dekat pendapa lama. Desa menanam kubis hingga sawi. Tujuannya sebagai sumber pangan berkelanjutan, bergizi dan ramah lingkungan.

Program ini atas inisiatif bersama dengan perangkat desa. Mengingat ada lahan tidak terpakai di balai desa. Pemilihan kubis dan sawi karena pihaknya ingin mencoba menumbuhkannya. Sebab dua jenis sayur mayur ini biasanya tumbuh di wilayah dingin.

"Kami coba tanam dan berhasil. Cuma karena Nguling berada di pesisir yang cukup panas, ukurannya tidak maksimal. Lebih kecil," jelas Halimi.

DUKUNG PEMBANGUNAN: Jajaran perangkat Desa Sedarum bersama Kades Mohammad Halimi. (Foto: Pemdes Sedarum for Jawa Pos Radar Bromo)
DUKUNG PEMBANGUNAN: Jajaran perangkat Desa Sedarum bersama Kades Mohammad Halimi. (Pemdes Sedarum for Radar Bromo)

Untuk menyiasati cuaca yang panas, pihaknya menggunakan paranet atau jaring peneduh. Sehingga bisa melindungi tanama dari cahaya matahari yang berlebih.

Agar lebih teduh, di atasnya diberi atap green house. Sawi ditanam menggunakan media paralon. Sedangkan kubis menggunakan polybag.

Rupanya inovasi yang dilakukan Desa Sedarum ini menarik perhatian kecamatan Nguling. Desa Sedarum ditunjuk oleh pihak kecamatan untuk mewakili kecamatan Nguling dalam lomba KRPL tingkat kabupaten. Desa Sedarum bersaing dengan 23 desa lainnya perwakilan dari 23 kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

"Pihak kecamatan langsung menunjuk kami. Mereka tertarik karena kami bisa mengembangkan sawi dan kubis yang hidup di wilayah dingin," jelas Halimi.

Usaha Pemdes Sedarum membuahkan hasil. Inovasi KRPL yang mereka lakukan berhasil masuk ke dalam jajaran inovasi terbaik. Mereka masuk dalam Top 6 desa se- Kabupaten Pasuruan dan diganjar penghargaan sebagai juara harapan.

"Tanaman KRPL yang tumbuh dimanfaatkan bersama. Digunakan olah perangkat bersama sama," jelas Halimi. (riz/fun/*)

 

Program Desa Sedarum Tahun 2026

Editor : Abdul Wahid
#desa sedarum #Membangun desa #kecamatan nguling