Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Posyandu di Desa Kapasan Nguling Efektif Mampu Kurangi Stunting

Inayah Maharani • Rabu, 29 April 2026 | 07:16 WIB
RUTIN: Pemdes Kapasan saat monitoring pelaksanaan posyandu yang fokuskan penurunan angka stunting. (Foto: Pemdes Kapasan for Jawa Pos Radar Bromo)
RUTIN: Pemdes Kapasan saat monitoring pelaksanaan posyandu yang fokuskan penurunan angka stunting. (Pemdes Kapasan for Radar Bromo)

PEMERINTAH Desa Kapasan, Kecamatan Nguling, terus berbenah memberikan pelayanan kesejahteraan masyarakatnya.

Upaya meningkatkan kesejahteraan itu dilakukan melalui berbagai pembangunan, baik infrastruktur maupun nonfisik seperti pembangunan kesehatan dan ekonomi.

Tahun ini ada ada empat program prioritas yang ditetapkan Pemerintah Desa (Pemdes) Kapasan berdasarkan anggaran 2026. 

Di tengah efisiensi dan dana transfer pusat yang berkurang, Pemdes Kapasan tetap berupaya melaksanakan pembangunan fisik berupa pavingsisasi jalan utama.

Pembangunan fisik itu jadi salah yang diprioritaskan, demi memastikan akses mobilitas masyarakat tetap nyaman.

Kepala Desa Kapasan, Liyanto mengatakan bahwa jalan di Dusun Krajan memang sudah rusak. Sehingga tahun ini pemdes melaksanakan pembangunan paving pada jalan 129 meter dengan lebar 2 meter yang dulunya adalah rabat beton.

Jalan ini menjadi akses utama masyarakat. Selain itu banyak juga kendaraan besar yang lewat.

“Tahun ini kami laksanakan pembangunan jalan karena sifatnya urgent. Kasihan masyarakat kalau jalannya tidak enak,” ungkapnya.

Selain pembangunan infrastruktur, tahun ini Pemdes Kapasan juga sedang fokus terhadap penurunan angka stunting. Sebelumnya di Desa Kapasan tercatat ada sebanyak 21 anak didiagnosa stunting.

Berkat usaha yang sungguh-sungguh, Pemdes Kapasan berhasil menurunkan angka stunting hampir 50 persen. Tahun ini tercatat angka stunting turun menjadi 12 anak.

SIAP SIAGA: Jajaran Pemerintah Desa Kapasan bersama Kades Lisyanto yang selalu terdepan melayani masyarakat. (Foto: Pemdes Kapasan for Jawa Pos Radar Bromo)
SIAP SIAGA: Jajaran Pemerintah Desa Kapasan bersama Kades Lisyanto yang selalu terdepan melayani masyarakat. (Foto: Pemdes Kapasan for Jawa Pos Radar Bromo)

Upaya penuruan stunting itu dilakukan dengan pengawasan ketat melalui program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Anak yang didiagnosa mengalami stunting diberi perhatian penuh. Terutama soal pemenuhan gizi anak tersebut. 

“Kami memastikan perbaikan gizi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) lalu dengan obat dan susu juga. Alhamdulillah sekarang sudah berkurang angkanya,” ungkapnya. 

Desa Kapasan juga masih terus berupaya mengurangi angka kemiskinan ekstrem. Tahun ini terdata ada sebanyak 5 keluarga mengalami kemiskinan ekstrem.

Pemdes Kapasan berupaya memastikan kelima keluarga ini tetap mendapatkan perhatian khusus dengan memberikan bantuan tunai langsung (blt) sebesar Rp 300 ribu per bulannya.

KEDARURATAN: Jajaran Pemdes Kapasan saat turun tangan membantu masyarakat korban bencana alam tahun ini. (Foto: Pemdes Kapasan for Jawa Pos Radar Bromo)
KEDARURATAN: Jajaran Pemdes Kapasan saat turun tangan membantu masyarakat korban bencana alam tahun ini. (Pemdes Kapasan for Radar Bromo)

 

Berupaya jadi Desa Tanggap Bencana 

Selain pembangunan infrastruktur dan dalam bidang kesehatan masyarakat, Pemdes Kapasan juga memastikan agar desa siap dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Sebagai daerah yang sebagian besar wilayahnya adalah lautan, Desa Kapasan menjadi wilayah rentan terhadap bencana alam seperti abrasi, dan banjir rob. 

Menurut Kades Kapasan Liyanto, tahun ini memang tidak ada kebijakan pembangunan infrastruktur untuk penanggulangan bencana seperti tahun sebelumnya.

Di tahun-tahun sebelumya, Pemdes Kapasan banyak melakukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) untuk mencegah abrasi oleh air laut dan banjir rob yang masuk ke kawasan pemukiman.

Meski tahun ini tidak ada pembangunan fisik, Liyanto mengaku, tetap memastikan penanggulangan bencana tetap dilakukan dengan menyiapkan dana darurat dalam penanganan bencana.

BERIKAN BANTUAN: Pemdes Kapasan saat berikan bantuan langsung tunai kepada keluarga dengan tingkat kemiskinan ekstrem. (Foto: Pemdes Kapasan for Jawa Pos Radar Bromo)
BERIKAN BANTUAN: Pemdes Kapasan saat berikan bantuan langsung tunai kepada keluarga dengan tingkat kemiskinan ekstrem. (Pemdes Kapasan for Radar Bromo)

Seperti tahun ini, rupanya ada dua rumah yang menjadi korban bencana alam angin puting beliung yang menyebabkan dua rumah warga itu menjadi rusak. 

Pemdes Kapasan turun tangan dalam memastikan kebutuhan pangan sandang para korban tetap terpenuhi.

“Kemarin ada dua rumah rusak sehingga kami turun tangan untuk memberikan bantuan dengan uang tunai dan memastikan kebutuhan mereka tetap terpenuhi,” ungkapnya. (ran/fun/*)

 

Program Pembangunan Tahun 2026

Editor : Abdul Wahid
#desa kapasan #Membangun desa #kecamatan nguling