Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jalan-Jembatan Tetap jadi Prioritas Pembangunan di Desa Watuprapat Nguling Pasuruan

Fuad Alyzen • Selasa, 28 April 2026 | 06:10 WIB
DIPAVING: Perbaikan jalan di Dusun Waru. Jalan ini menjadi jalan usaha tani bagi masyarakat di Desa Watuprapat. (Foto: Pemdes Watuprapat for Jawa Pos Radar Bromo)
DIPAVING: Perbaikan jalan di Dusun Waru. Jalan ini menjadi jalan usaha tani bagi masyarakat di Desa Watuprapat. (Pemdes Watuprapat for Radar Bromo)

PEMBANGUNAN infrastruktur tetap menjadi prioritas di Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling di tahun 2026. Jajaran pemerintah desa tetap meneruskan sebagian pembangunan yang sudah terealisasi di tahun 2025. Rencana lainnya pemdes sedang menyiapkan membangun sistem informasi desa (SID).

Kepala Desa Watuprapat Mariyono mengatakan, ada beberapa rencana yang akan direalisasikan pada tahun 2026. Di bidang infrasstruktur ada pemeliharaan jalan dan jembatan.

Namun yang dia tonjolkan adalah membangun sistem informasi desa (SID). Sistem ini dibangun dengan rencana agar masyarakat bisa berkomunikasi melalui desa.

“SID ini agar masyarakat bisa mengadu ke kami . Apapun itu nanti akan diteruskan ke pihak terkait,” ujarnya.

Tahun ini Pemdes memiliki anggaran Rp 1.213.862.190. Anggaran tersebut untuk pemeliharaan jalan dan jembatan. Sebab jumlah masyarakat yang beraktivitas di desa begitu banyak. Untuk kenyamanan masyarakat, maka pemeliharaan infrastruktur masih sangat penting.

Pemeliharaan itu jalan itu di Dusun Waru dan jalan usaha tani di seluruh Desa. Di Dusun Waru juga ada jembatan yang harus dilakukan pemeliharaan. “ Ada sejumlah pemeliharaan di tahun inj dan menunggu anggaran cair,” ujarnya.

Selain itu ada sejumlah jalan di lima dusun tahun kemarin sudah diperbaiki. Di Dusun Sekolahan volume 2,5 x 100 meter; Dusun Kedundung dengan volume 2,5 x 150 meter dan 2 x 117 meter;  Dusun Waru dengan volume 2 x 60 meter dan 2 x 30 meter. Semua anggarannya Rp 217.061.000.

Kami juga membangun jalan di lima dusun. Kami menghabiskan ratusan juta karena jalan di desa perlu kenyamanan untuk masyarakat,” ujarnya.

Ada pula program ketahanan pangan berupa ayam petelur. Program ini agar desa tak selalu mengandalkan dana desa (DD). Pemdes mengeluarkan anggaran Rp 214.148.000 untuk membangun peternak ayam petelur, yang saat ini dikelola oleh BUMDes.

“Nanti hasilnya itu akan masuk ke desa dan akan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

LAYANI MASYARAKAT: Jajaran Perangkat Desa Watuprapat yang selalu kompak. Nampak di tengah Kades Watuprapat Mariyono. (Foto: Pemdes Watuprapat for Jawa Pos Radar Bromo)

LAYANI MASYARAKAT: Jajaran Perangkat Desa Watuprapat yang selalu kompak. Nampak di tengah Kades Watuprapat Mariyono. (Pemdes Watuprapat for Radar Bromo)

 

Beri Honor Guru TK-Madin hingga Layanan Ambulans Desa

Sektor pendidikan tak luput dari bidikan jajaran Pemerintah Desa Watuprapat. Dengan pendidikan, maka sumber daya manusia (SDM) masyarakat terangkat. Alasan itulah yang membuat Pemdes Watuprapat terus mengupayakan memberi honor guru-guru TK, Madin dan Ra tiap bulan.

Sejak tahun 2025 pemdes memberi honor pada guru TK, Madin dan RA. Setiap bulannya mereka digaji Rp 50 sampai 200 ribu.

“Guru TK, Madin dan RA digaji oleh pemdes setiap bulannya. Guru TK Rp 200 ribu sedangkan Madin dan RA Rp 50 ribu,” kata Kepala Desa Watuprapat Mariyono.

Mengapa hanya TK dan guru madin-RA?  Sebab penanaman ilmu usia dini yang seharusnya diprioritaskan.

Para penerus bangsa harus menemukan kenyamanannya sendiri sejak dini. Jika sudah nyaman belajar, desa yakin seterusnya akan nyaman belajar.

Selain pendidikan, kesehatan adalah masuk hal terpenting. Desa juga memiliki program kesehatan. Sejak tahun lalu Pemdes menyediakan mobil ambulans. Saat masyarakat alami sakit yang membutuhkan perawatan medis.

Mobil ambulans desa ini berguna bagi mereka yang membutuhkan kegawatdaruratan. “Sudah sering kali kami mengevakuasi dan mengantarkan masyarakat sakit ke RS. Orang hamil, kecelakaan dan lainnya,” sampainya. (zen/fun)

DEMI PENDIDIKAN: Salah satu guru madin menerima honor yang rutin diberikan tiap bulan. (Foto: Pemdes Watuprapat for Jawa Pos Radar Bromo)

DEMI PENDIDIKAN: Salah satu guru madin menerima honor yang rutin diberikan tiap bulan. (Pemdes Watuprapat for Radar Bromo)

 

Program Tahun 2026

-          Melakukan perawatan jalan dan jembatan

-          Pemberian honor guru TK dan Madin-RA

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#desa watuprapat #transparansi desa #kecamatan nguling