Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gedung Ambruk dan Dokumen Penting Rusak, Jantung Pelayanan Desa Sumberanyar Nguling Pasuruan Terganggu

Fuad Alyzen • Sabtu, 25 April 2026 | 14:26 WIB
MEMPRIHATINKAN: Atap Kantor Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, yang rusak tampak dari jauh. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)
MEMPRIHATINKAN: Atap Kantor Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, yang rusak tampak dari jauh. (Fuad Alyzen/Radar Bromo)

NGULING, Radar Bromo - Kondisi memprihatinkan menyelimuti Balai Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Gedung yang seharusnya menjadi pusat pelayanan publik bagi ribuan warga, kini kondisinya tak ubahnya bangunan tua yang menunggu waktu untuk rata dengan tanah.

Kerusakan parah yang terjadi sejak tahun 2024 kini telah mencapai titik nadir, memaksa perangkat desa bekerja di bawah ancaman atap ambrol.

Bangunan yang berdiri kokoh sejak tahun 1987 itu, kini tak lagi mampu menahan beban zaman. Kayu-kayu penyangga yang telah lapuk dimakan usia mulai rontok satu per satu.

Puncaknya, memasuki tahun 2025, seluruh kerangka atap di ruang pelayanan utama ambruk secara tiba-tiba.

Insiden ini tidak hanya menyisakan puing, tetapi juga membuat rusak dokumen-dokumen penting milik warga, akibat guyuran air hujan yang masuk tanpa penghalang.

Kepala Desa Sumberanyar, Safiudin, sebenarnya tidak tinggal diam. Menyadari pentingnya kenyamanan warga, ia sempat merogoh kocek pribadi untuk mengganti beberapa kerangka atap yang lapuk demi mencegah jatuhnya genteng.

Langkah darurat ini dilakukan, karena pengajuan perbaikan yang dikirimkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, seolah membentur tembok tinggi tanpa respon yang berarti.

“Tembok-tembok sudah retak lebar. Rasanya seperti mau ambruk setiap saat. Kami sudah ajukan perbaikan berkali-kali ke Pemkab. Namun sampai detik ini, belum ada kepastian,” keluh Sekretaris Desa Sumberanyar, Senewi, sembari menunjukkan sisa-sisa reruntuhan atap.

Kondisi itu, mengakibatkan empat ruang utama tak bisa difungsikan. Mulai ruang kepala desa, sekdes, pelayanan, dan PKK.

Imbasnya, aktivitas administrasi kini "diungsikan" ke ruangan sempit milik BPD dan Bumdes yang hanya berukuran 3x4 meter.

Ruangan mungil inilah, yang kini menjadi tumpuan bagi sekitar 5.000 lebih warga Desa Sumberanyar yang membutuhkan layanan setiap harinya.

Kondisinya pun jauh dari kata layak. Saat hujan turun, ruang pengungsian ini tetap bocor dan banjir.

Para perangkat desa harus berjibaku menyelamatkan sisa dokumen, di tengah kepungan air.

Tidak ada lagi ruang rapat internal. Koordinasi antarperangkat terpaksa dilakukan di pendopo terbuka yang minim privasi.

“Sangat sulit melayani masyarakat dengan kondisi seperti ini. Apalagi jika warga datang berbondong-bondong secara bersamaan, ruangan ini tidak akan cukup menampung,” tambah Senewi.

Pihak desa kini hanya bisa berharap adanya keajaiban dari kebijakan anggaran Pemerintah Daerah.

Mereka menekankan bahwa perbaikan gedung bukan sekadar soal fasilitas fisik kantor, melainkan tentang martabat pelayanan pemerintah terhadap rakyatnya.

“Kami mewakili desa sangat berharap ada perhatian nyata. Ini menyangkut pelayanan publik. Masyarakat berhak dilayani di tempat yang aman dan layak, bukan di gedung yang rawan ambruk seperti ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brehaspati mengaku belum mendapat informasi masuk ke dinasnya mengenai kondisi Kantor Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling.

“Sebenarnya prosesnya itu melalui camat terdahulu. Camat akan mengajukannya ke pihak Bapenda. Jangan-jangan proses pengajuannya tahun-tahun lalu. Syukur-syukur pengajuan perbaikan itu sudah masuk. Jadi enak,” bebernya. (zen/one)

Editor : Jawanto Arifin
#Sumberanyar #rusak #kantor desa #kabupaten pasuruan #ambruk