PASURUAN, Radar Bromo - Kondisi banjir yang merendam sejumlah titik di wilayah Pasuruan, akibat luapan Sungai Welang mulai menunjukkan penurunan pada Rabu (22/4).
Meski sebagian besar wilayah telah kering, genangan air dilaporkan masih bertahan di satu desa, yakni Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan di Desa Tambakrejo masih terdapat empat dusun yang terendam.
Ketinggian air paling signifikan berada di Dusun Batokan yang mencapai 50 sentimeter. Sementara di Dusun Bulu Selatan, Walet, dan Gayam berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter.
"Kabar baiknya, Jalan Raya Tambakrejo yang sebelumnya terhambat, kini sudah surut total dan akses lalu lintas kembali normal," ujar Sugeng.
Sementara itu, di wilayah Kota Pasuruan, permukiman di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, yang sempat terendam, hingga hampir satu meter juga dilaporkan telah berangsur membaik.
Banjir kali ini, diketahui tidak hanya disebabkan oleh tingginya intensitas hujan sejak Selasa (22/4) sore, tetapi juga dipicu oleh faktor infrastruktur yang rusak.
Sebuah tanggul (parapet) di Dusun Suko, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, dilaporkan jebol sepanjang 15 meter.
Kerusakan ini membuat debit air Sungai Welang, melimpah dengan cepat ke area permukiman dan persawahan.
Pemerintah daerah melalui BPBD kini tengah bergerak cepat melakukan langkah darurat.
"Kami segera berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur untuk perbaikan tanggul tersebut. Ini krusial agar banjir susulan tidak terjadi lagi jika hujan deras kembali turun," tambahnya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin