PURWOREJO, Radar Bromo – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan Kota kini tengah bekerja ekstra melakukan pengembangan kasus pencurian motor Honda Vario milik S, 60, jemaah Masjid At-Taubah di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, yang hilang saat salat Subuh pada Senin (13/4).
Upaya pengejaran terus dilakukan, melalui analisis mendalam terhadap rekaman kamera pemantau (CCTV).
Hal ini, untuk mengidentifikasi ciri-ciri fisik, serta arah pelarian para pelaku yang diduga telah mengincar kendaraan korban sejak awal.
Langkah pengungkapan ini diperkuat dengan pengamanan sejumlah barang bukti, mulai dari dokumen kendaraan hingga rekaman visual dari lokasi kejadian.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, menegaskan, seluruh unit di bawah naungan Satreskrim telah dikerahkan untuk melacak jejak pelaku yang kini menjadi target operasi.
Baca Juga: Beraksi di 17 TKP, Dua Spesialis Curanmor asal Purwosari dan Malang Digulung
“Sampai saat ini, kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap identitas pelaku,” tegas Junaidi.
Polisi juga sedang mendalami kemungkinan, adanya keterkaitan antara kelompok ini dengan sindikat pencurian motor yang kerap beraksi di wilayah hukum Pasuruan Kota.
Dalam proses pengembangan tersebut, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang, untuk mencari petunjuk tambahan yang tertinggal.
Investigasi ini tidak hanya terpaku pada rekaman di titik kejadian, namun juga menyisir jaringan CCTV di sepanjang jalur yang diduga menjadi rute pelarian pelaku ke luar wilayah Purworejo.
“Berdasarkan keterangan pelapor, kendaraan sudah dipastikan dalam keadaan terkunci stang sebelum ditinggal masuk ke dalam masjid,” tambah Junaidi.
Saat ini, kepolisian telah mengantongi fotokopi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan laporan resmi (LP), sebagai landasan yuridis untuk melakukan penangkapan segera setelah posisi pelaku terdeteksi.
Meskipun tantangan di lapangan cukup besar, mengingat minimnya saksi mata di jam rawan tersebut, Polres Pasuruan Kota berkomitmen, untuk menuntaskan kasus ini guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak beribadah.
Patroli di titik-titik rawan dan pemantauan terhadap jaringan penadah motor curian, juga ditingkatkan sebagai bagian dari strategi komprehensif kepolisian dalam mengungkap dalang di balik aksi kriminal ini. (zen/one)
Baca Juga: Bekuk Pelaku Kasus Narkoba asal Sidoarjo, Sita 5 Kg Sabu, Ternyata Residivis Kasus Curanmor
Editor : Moch Vikry Romadhoni