KRATON, Radar Bromo – Malang menimpa AF, 4. Balita asal Dusun Sedodol, Desa Plinggisan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan itu ditemukan meninggal setelah tenggelam saat bermain di sungai Sedodol.
Tenggelamnya korban diketahui pertama kali oleh teman-temannya. Awalnya Sabtu (11/4) sekitar pukul 12.00, korban bermain bersama kedua teman sebayanya, Mal dan Wah. Mereka sama-sama berusia 4 tahun.
Mereka bermain di sekitar sungai tersebut. Awalnya, mereka main di pinggir sungai. Tak lama kemudian, ketiganya turun ke sungai dan mandi.
Awalnya, ketiganya mandi di pinggir saja. Namun, diduga korban terus ke tengah sungai. Lalu dalam sekejap, korban hilang.
Diduga korban tenggelam, karena terbawa arus sungai dan tidak bisa berenang. Kedua teman korban yang tahu korban hilang, mencoba mencarinya. Namun, korban tidak kunjung terlihat di sungai itu.
"Selanjutnya teman korban ini bercerita ke warga sekitar. Mereka menceritakan bahwa korban tenggelam," kata Kasi Humas Polres Pasuruan kota, Aipda Muhammad Junaidi.
Mendapat cerita seperti itu, warga sekitar langsung menyisir sungai selama satu jam. Sekitar 13.20, korban ditemukan di sekitar jembatan Sedodol. Kurang lebih berjarak 200 meter dari lokasi korban berenang.
Namun, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa. Jasadnya langsung dibawa pulang ke rumah duka.
"Keluarga korban tidak mau divisum dan menyatakan menerima kejadian ini dengan membuat surat pernyataan," jelas Jun.
Kades Plinggisan, Heru Suprianto menceritakan, korban sehari-hari tinggal bersama kakeknya, M Nadhir. Sebab, ayah dan ibunya sibuk bekerja sebagai buruh pabrik di Beji.
Hampir setiap pagi pula, korban mandi di pinggir sungai Sedodol. Termasuk, sebelum insiden terjadi.
Namun, sebelum kejadian itu sebenarnya korban sempat pulang. Saat itu, kakeknya mengajak korban pulang. Korban pun langsung pulang bersama kakeknya.
Tak lama setelah sampai di rumah, kakek korban keluar untuk membeli sesuatu di toko madura.
Saat itulah, korban keluar bersama teman sebayanya kembali ke sungai itu. Kebetulan air sungai siang itu lebih tinggi dan deras daripada biasanya.
"Saat kakeknya ke toko itulah, Fathir bermain dan berenang di sungai. Karena air sungai deras, ia pun tenggelam," jelas Heru (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi