Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hari Pertama Penutupan Total Jembatan Bok Wedi Pasuruan, Arus Lalin Pertigaan Blandongan-Perempatan Bulu Crowded

Mokhamad Zubaidillah • Rabu, 8 April 2026 | 09:39 WIB
CROWDED: Kondisi penumpukan kendaraan di jalur alternatif imbas ditutupnya total jembatan Bok Wedi Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
CROWDED: Kondisi penumpukan kendaraan di jalur alternatif imbas ditutupnya total jembatan Bok Wedi Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

PASURUAN, Radar Bromo–Hari pertama penutupan total jalur Pantura imbas perbaikan di Jembatan Bokwedi, Blandongan, Kota Pasuruan langsung berdampak signifikan pada arus lalu lintas di sejumlah jalur pengalihan.

Rabu (8/4) pagi, kemacetan terjadi di Perempatan Bulu, Kelurahan Krampayangan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Dari pantauan di lokasi sejak pukul 06.30 WIB, sejumlah kendaraan terjebak dalam antrean panjang.

Perempatan yang menghubungkan Jalur Lingkar Selatan (JLS) dari arah Blandongan menuju Bukir-Kraton (arah Surabaya), serta akses menuju Jalan KH Mansyur dan Jalan Pattimura ini, tampak tak mampu menampung volume kendaraan yang membeludak.

​Dominasi kendaraan roda dua yang hendak berangkat kerja dan sekolah bersaing ruang dengan truk-truk besar yang terpaksa melintasi jalur kota.

Meski sejumlah petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan sudah diterjunkan di titik krusial, mereka tampak kewalahan mengatur ritme lampu lalu lintas dan pergerakan kendaraan yang datang dari empat penjuru.

​"Kondisinya crowded sekali. Motor dan truk jadi satu. Petugas di tengah perempatan sampai harus kerja ekstra keras karena volume kendaraan benar-benar di luar kapasitas jalan biasanya," ujar Rozi (35) salah satu pengguna jalan.

​Leni (42), warga sekitar Perempatan Bulu menceritakan bahwa hiruk pikuk kendaraan sudah mulai terasa sejak subuh.

 

​"Sudah ramai sejak jam 05.00 pagi. Tapi puncaknya tadi sekitar jam 07.30 WIB, itu benar-benar macet di semua sisi. Para pengendara banyak berebut mendahului. Padahal lampu merah. Nah, arus mulai agak menurun dan normal setelah jam 08.00 pagi," ungkap Leni.

​Kondisi ini merupakan imbas langsung dari dimulainya tahap awal perbaikan total Jembatan Bokwedi di Blandongan.

Proyek strategis ini tidak hanya sekadar pengaspalan ulang, melainkan penggantian struktur sekaligus peninggian jembatan untuk mengantisipasi luapan air sungai.

​Berdasarkan papan informasi, pengerjaan jembatan ini dijadwalkan berlangsung cukup lama.

Arus lalu lintas diperkirakan akan terus dialihkan hingga November 2026 mendatang.

​Pihak berwenang mengimbau bagi pengguna jalan, khususnya kendaraan pribadi, untuk berangkat lebih awal atau mencari jalur alternatif lain guna menghindari penumpukan di Pertigaan Blandongan maupun Perempatan Bulu pada jam-jam sibuk.

Para pengendara mobil pribadi juga dianjurkan untuk lewat jalan tol via Grati kalau dari arah timur.

Serta via gerbang Sutijayan Krbonagung maupun tol PIER Raci jika dari arah barat ke timur.

Alternatif lainnya adalah jalan Kabupaten Pasuruan dari pertigaan Ngopak, Rejoso hingga tembus perempatan Warungdowo (menuju Malang). (ube/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
#jembatan bok wedi #tol #pasuruan #Macepat Tembang #blandongan