REJOSO, Radar Bromo - Sebuah momen keceriaan keluarga saat melintas di Jalan Raya Pantura Arjosari, Kecamatan Rejoso, berubah menjadi kepanikan, Selasa (7/4) pagi.
Hanya karena rasa penasaran seorang balita terhadap kunci kontak motor, tiga perempuan yang merupakan satu keluarga asal Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, harus dilarikan ke rumah sakit, setelah mengalami kecelakaan.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 08.45 ini, menjadi pengingat keras bagi para orang tua, tentang betapa besarnya risiko membonceng anak di posisi depan tanpa pengawasan ekstra.
Pagi itu, Silfiyatul Ramadani, 28, sedang menempuh perjalanan dari arah timur menuju barat.
Ia tidak sendirian; di belakangnya duduk sang ibu, Maisaroh, sementara adik kecilnya yang baru berusia 4 tahun, HN, duduk di bangku depan.
Namun, rasa ingin tahu HN membawa petaka. Tangan mungilnya tiba-tiba meraih dan memainkan kunci kontak motor yang tengah melaju.
Spontan, Silfiyatul berusaha menyelamatkan situasi dengan memegang tangan adiknya agar menjauh dari kunci.
Nahas, dalam hitungan detik saat perhatiannya teralih untuk melindungi sang adik, kendali motor Honda Beat bernopol N 2642 TAI itu terlepas.
Motor oleng ke kiri aspal, menghantam lubang bekas parkir truk, dan akhirnya roboh bersama seluruh penumpangnya.
"Jenis laka tunggal out of control. Fokus pengendara terpecah karena mencoba mengamankan sang anak yang bermain kunci kontak," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota, Ipda Zulkifli.
Benturan itu menyisakan luka fisik yang cukup serius. Silfiyatul dan HN mengalami luka lecet serta memar.
Namun, kondisi paling memilukan dialami sang ibu, Maisaroh. Ia harus dilarikan ke RS Hermina dengan luka robek di kepala dan nyeri hebat pada lengan serta bahunya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin