PASURUAN, Radar Bromo - Sudah dua pekan berlalu mayat wanita di Dusun Babatan, Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini, polisi belum bisa mengetahui identitas dan penyebab kematian. Bahkan belum ada pihak keluarga yang merasa kehilangan.
Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Muhammad Junaidi menyebut belum ada titik terang terkait kematian mayat wanita yang memiliki tato di paha kiri itu.
Penyidik masih mencari saksi dan rekaman closed circuit television (CCTV) yang memperlihatkan detik detik sebelum korban ditemukan di lokasi tersebut.
Sejauh ini, saksi masih belum bertambah. Baru tiga orang yang telah dimintai keterangan. Mereka adalah warga yang mengetahui adanya mayat itu di lokasi kejadian.
Namun ketiga saksi ini tidak mengetahui siapa korban. Termasuk kegiatan korban sebelum ditemukan.
"Belum ada titik terang. Sebab saksi tidak ada yang mengenal korban. Kami masih mencari petunjuk lainnya," katanya.
Hanya saja Satreskrim Polres Pasuruan Kota menyatakan adanya dugaan kuat tindak pidana di balik kematian korban.
Sebab berdasarkan hasil autopsi tim laboratorium forensik dari RS Bhayangkara Porong, ditemukan ada bekas tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dari hasil autopsi, ditemukan sejumlah luka signifikan. Mulai luka di bagian pipi kanan. Dan yang paling krusial adalah adanya retakan pada tulang dahi kanan kurang lebih 5 sentimeter.
Sejauh ini belum ada pihak keluarga yang datang merasa kehilangan. Jenazah korban masih berada di rumah sakit Bhayangkara Porong, Sidoarjo. Namun informasi dari satreskrim kemungkinan besar akan segera dimakamkan.
"Walaupun demikian kami sudah kantongi DNA-nya. Sehingga jika ada yang mau mencocokkan bisa dengan mudah," sebut Jun-sapaannya.
Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan di dekat area persawahan barat SDN Sambirejo, Senin (23/3). Saat ditemukan, mayat berjenis kelamin perempuan itu sudah dalam kondisi hampir membusuk.
Ada dugaan mayat tersebut menjadi korban pembunuhan. Namun ada juga yang memperkirakan mayat itu adalah korban kecelakaan tabrak lari dan jenazahnya dibuang ke di bawah tower seluler di Dusun Babatan, Desa Sambirejo. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid