PASURUAN, Radar Bromo - Layanan administrasi kependudukan di Kota Pasuruan kembali tancap gas pasca Lebaran.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat resmi mengaktifkan kembali program "Jemput Bola" perekaman KTP-el ke sekolah-sekolah setelah sempat terjeda selama bulan Ramadan.
Kepala Dispendukcapil Kota Pasuruan, Siti Maryam, menjelaskan, selama Ramadan lalu pihaknya melakukan penyesuaian jam operasional.
Layanan difokuskan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Poncol dan menyasar penduduk rentan seperti penyandang disabilitas melalui kunjungan langsung ke rumah.
"Selama Ramadan, produktivitas memang terbatas. Jika di hari normal kami bisa melayani hingga 300 perekaman, saat Ramadan rata-rata hanya 150 layanan per hari. Mulai pekan ini, semua layanan luar kantor kembali normal," ujar Maryam.
Langkah jemput bola ke sekolah ini menjadi strategi utama untuk menjaring para pemilih pemula atau wajib KTP baru.
Dispendukcapil menyadari, banyak pelajar yang kesulitan datang ke MPP karena terbentur jam sekolah.
Dengan mendatangi sekolah, petugas dapat langsung melakukan perekaman di tempat.
"Petugas kami yang datang membawa peralatan lengkap. Setelah fisik KTP-el jadi, kartu tersebut akan langsung dikirimkan kembali ke sekolah masing-masing untuk dibagikan kepada siswa," tambahnya.
Hingga akhir Maret, capaian perekaman KTP-el di Kota Pasuruan telah menyentuh angka impresif, yakni 99,28 persen.
Dari total 156.500 wajib KTP, sebanyak 155.370 warga telah memiliki identitas resmi.
Saat ini, Dispendukcapil fokus mengejar sisa 1.130 warga yang belum melakukan perekaman guna memastikan seluruh masyarakat Kota Pasuruan terdata secara akurat. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin