PASURUAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika (Diskominfotik) terus memantapkan sistem pengawasan digital di wilayah perkotaan.
Hingga memasuki tahun berjalan, sebanyak 98 titik Electronic Closed Circuit Television (E-CCTV) tetap aktif beroperasi secara nonstop untuk menjamin keamanan dan kenyamanan publik.
Meskipun belum ada penambahan unit baru pada tahun ini, jumlah tersebut mencerminkan capaian signifikan dari perluasan yang dilakukan sebelumnya.
Kepala Diskominfotik Kota Pasuruan, Imam Subekti, menjelaskan bahwa stabilitas infrastruktur digital saat ini menjadi prioritas utama guna mendukung integrasi program Smart City.
"Tahun ini kita fokus pada optimalisasi jaringan yang ada. Dengan total 98 titik yang telah terkoneksi, cakupan pengawasan kita sebenarnya sudah meningkat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 86 lokasi," ujar Imam.
Fokus utama pemantauan mencakup 12 persimpangan jalan protokol yang menjadi urat nadi lalu lintas Kota Pasuruan.
Area strategis tersebut meliputi persimpangan Karangketug, Apotik, Bugulkidul, Blandongan, Krampyangan, Ketepeng, Purut, Kebonagung, Erlangga, Panglima Sudirman, Slagah, hingga persimpangan Sultan Agung.
Keberadaan E-CCTV ini bukan sekadar alat rekam statis. Sistem ini berfungsi sebagai "mata digital" yang dapat diakses langsung oleh masyarakat untuk memantau kepadatan arus lalu lintas, titik kemacetan, hingga kondisi fasilitas umum secara real-time.
Lebih dari sekadar alat pemantau lalu lintas, sistem E-CCTV ini memiliki peran krusial dalam aspek keamanan dan penegakan hukum.
Rekaman digital dari titik-titik tersebut seringkali menjadi bukti vital bagi pihak berwajib dalam mengidentifikasi insiden kecelakaan maupun tindak kriminalitas yang luput dari pantauan personel di lapangan.
"Integrasi ini adalah langkah konkret menuju Kota Cerdas. Kita ingin masyarakat merasa aman karena setiap sudut vital kota terpantau dengan baik," tambah Imam.
Ke depannya, pihak pemkot berencana untuk terus melakukan ekspansi jumlah titik pemantauan secara bertahap melalui kolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), sembari menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah.
Fokus utama tetap pada penguatan kualitas layanan agar akses informasi bagi warga Pasuruan tetap berjalan lancar dan akurat. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin