PASURUAN, Radar Bromo - Ambisi Pemerintah Kota Pasuruan untuk memoles wajah Pasar Besar menjadi lebih modern dan asri terus berjalan.
Meski telah dimulai sejak tahun lalu, proyek revitalisasi pusat perniagaan ini masih membutuhkan sentuhan akhir yang signifikan.
Kini, kelanjutan proyek tersebut bergantung pada "lampu hijau" bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Heri Dwi Jatmiko, melalui Kabid Pasar, Slamet Riyadi, mengungkapkan pembenahan menyeluruh di Pasar Besar memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Berdasarkan kalkulasi teknis, total kebutuhan dana mencapai lebih dari Rp 30 miliar.
"Anggaran tersebut mencakup perbaikan akses jalan paving, optimalisasi bangunan kios di lantai dua, hingga pembenahan sistem drainase. Mengingat keterbatasan APBD kota, kami telah mengajukan usulan bantuan dana ke Pemprov Jatim sejak awal tahun ini," ujar Slamet.
Sebagai langkah prioritas tahun ini, Pemkot Pasuruan membidik kucuran dana sebesar Rp1,2 miliar.
Rencananya, dana tersebut akan difokuskan pada dua titik krusial, yakni pemasangan rolling door di kios pasar buah dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Keberadaan IPAL dinilai sangat mendesak demi menjaga sanitasi lingkungan pasar.
Fasilitas ini nantinya, akan menyaring limbah domestik dari bakteri dan zat kimia berbahaya sebelum dibuang. Sehingga tidak mencemari ekosistem perairan di sekitar pasar.
"Selama ini limbah langsung dibuang ke drainase. Dengan adanya IPAL, air buangan akan jauh lebih bersih dan aman bagi lingkungan. Kami sangat berharap usulan ini segera disetujui agar wajah pasar semakin elok dan higienis bagi masyarakat," bebernya. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin