PASURUAN, Radar Bromo-Rencana Pemkot Pasuruan untuk memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) di melalui usulan ke pemprov terus dimatangkan. Rencananya ada 85 RTLH yang bisa dibenahi. Saat ini masih proses verifikasi dan validasi (verval).
Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Wisnu Bagya Winarsa menyebut, pemkot mendapatkan bantuan RTLH dari pemprov. Bantuan ini diberi nama bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).
Total ada 85 unit rumah yang akan direhab lewat bantuan pemprov ini. Direncanakan bisa terlaksana di semester pertama tahun ini. Saat ini DPKP masih melakukan verval. Tujuannya memastikan penerima tepat sasaran.
"Alhamdulillah usulan kami ke pemprov disetujui. Kami dapat BSPS untuk RTLH sebanyak 85 buah," katanya.
Wisnu menjelaskan puluhan RTLH ini akan menyasar empat kecamatan. Rencananya untuk kelurahan Gadingrejo, Trajeng, Mandaranrejo, Kepel, Krapyakrejo dan Kebonsari. Setiap RTLH akan menerima bantuan perbaikan sebesar Rp 20 juta.
"Selain dibiayai oleh APBD pemkot, juga dibantu oleh pemprov. Nilainya lebih besar. Kalau pemkot Rp 17,5 juta," jelas Wisnu.
Diketahui, jumlah RTLH di kota pasuruan masih cukup banyak. Ada 702 buah. Namun jumlah ini sudah turun drastis.
Sebab awalmya pada 2017, ada sekitar 2540 buah RTLH. Selama 2018 hingga 2022, ada 1270 RTLH yang tertangani.
Pada 2023 lalu, ditargetkan 300 RTLH bisa ditangani. Namun, hingga akhir desember, realisasinya hanya 283 rumah.
Lalu tahun 2024, dari usulan 300 RTLH, yang diperbaiki 285 buah. Dan tahun lalu, ada 300 RTLH yang direhab. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid