Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jadi Tradisi Rutin di Pasuruan, Praonan Diserbu Ratusan Warga

Fahrizal Firmani • 2026-03-29 09:05:23
SUKA CITA: Ratusan orang antusias mengikuti praonan di Pelabuhan Pasuruan. Mereka menyambut suka cita, kegiatan rutin tahunan tersebut. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)
SUKA CITA: Ratusan orang antusias mengikuti praonan di Pelabuhan Pasuruan. Mereka menyambut suka cita, kegiatan rutin tahunan tersebut. (Fahrizal Firmani/Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Gemuruh mesin perahu nelayan dan gelak tawa warga memecah keheningan Pelabuhan Pasuruan, Sabtu pagi (28/3).

Ratusan masyarakat dari berbagai penjuru memadati dermaga untuk merayakan Tradisi Praonan, sebuah ritual tahunan yang menjadi puncak perayaan Hari Raya Ketupat atau Kupatan.

Tradisi yang dimulai sejak pukul 08.00 ini, tak hanya menarik minat warga lokal Kota Pasuruan.

Tetapi juga menyedot antusiasme warga dari Kecamatan Lekok dan Kraton, hingga pelancong dari luar daerah seperti Batu.

Muhammad, 40, warga Ngemplakrejo, menuturkan Praonan adalah momen yang paling dinantikan setiap hari ketujuh Lebaran.

Setelah ritual silaturahmi dan saling memaafkan antar-kerabat usai, warga biasanya langsung berbondong-bondong menuju laut.

"Ini sudah rutin. Kami keliling perairan sekitar satu mil ke utara lalu balik lagi. Kalau punya saudara nelayan, ya gratis. Kalau tidak, cukup sewa perahu antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu saja," ungkapnya.

Keriuhan serupa juga tampak di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton. Personel Satpolairud Polres Pasuruan Kota, Aiptu Laswanto, menyebutkan bahwa di wilayah tersebut Praonan dipadukan dengan ritual sedekah desa.

"Warga melarungkan kepala sapi sebagai simbol syukur, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama di tepi pantai," jelasnya.

Besarnya massa yang tumpah ruah di titik-titik pesisir, mulai dari Pelabuhan Pasuruan hingga Pantai Karang Hitam di Lekok, mendapat atensi penuh dari aparat keamanan.

Sebanyak 350 personel gabungan dari Polres Pasuruan Kota, BPBD, hingga Satpol PP diterjunkan untuk mengawal jalannya perayaan selama dua hari.

Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Muhammad Junaidi, menegaskan bahwa fokus utama pengamanan adalah keselamatan penumpang perahu.

Meski tidak ada penyekatan wilayah, petugas tetap bersiaga memastikan perahu nelayan tidak membawa muatan berlebih (over capacity).

“Kami sudah mewanti-wanti para pemilik kapal agar kondisi armada prima dan tidak melebihi kapasitas. Keselamatan adalah prioritas utama agar tradisi tahunan ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan,” tegasnya. (riz/one)

Editor : Jawanto Arifin
#praonan #pasuruan #tradisi #pelabuhan