Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ratusan Hektare Sawah di Kabupaten Pasuruan Terdampak Banjir, Paling Parah di Kecamatan Ini

Muhamad Busthomi • Jumat, 27 Maret 2026 | 20:01 WIB
TINJAU DAPUR UMUM: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengunjungi dapur umum Jumat (27/3) di Kantor Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. (M Busthomi/ Radar Bromo)
TINJAU DAPUR UMUM: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengunjungi dapur umum Jumat (27/3) di Kantor Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. (M Busthomi/ Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan menyebabkan 152 hektare lahan pertanian terdampak. Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Rejoso.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan mencatat, luas lahan terdampak itu merupakan bagian dari total 682 hektare area tanam di tiga kecamatan. Yaitu, Rejoso, Winongan, dan Lumbang.

Kecamatan Rejoso menjadi wilayah terdampak paling parah dengan sebaran kerusakan di beberapa desa.

Desa Kawisrejo mencatat lahan terdampak seluas 38 hektare, diikuti Desa Toyaning 37 hektare dan Desa Kedungbako 24 hektare.

Sementara itu, dampak banjir di Kecamatan Winongan relatif kecil. Hanya sekitar 2 hektare lahan di Desa Prodo yang dilaporkan terdampak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiyah mengatakan, pihaknya telah mendata dan mengidentifikasi kondisi di lapangan.

“Total ada 152 hektare lahan terdampak banjir. Kami sudah melakukan identifikasi di lapangan dan menyiapkan langkah penanganan sesuai tingkat kerusakan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar tanaman padi yang terdampak berusia 20–80 hari setelah tanam. Kondisi ini berpotensi menurunkan hasil produksi jika genangan air berlangsung lama.

“Tanaman masih dalam fase vegetatif hingga awal generatif. Jika tergenang terlalu lama, akan berdampak pada hasil panen,” jelasnya.

Untuk meminimalkan kerugian, dinas telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan.

Mulai dari pengaturan saluran air hingga rencana pemberian bantuan kepada petani terdampak. Petani juga didorong segera melakukan pemulihan lahan setelah banjir surut. Termasuk penyulaman tanaman yang rusak.

“Kami juga menyiapkan kemungkinan bantuan benih guna mempercepat proses tanam ulang di wilayah terdampak,” lanjutnya.

Dinas terkait terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Petani pun diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam waktu dekat. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#banjir #Terdampak #rejoso #pertanian