GADINGREJO, Radar Bromo - Suasana malam takbir di Dusun Rujakgadung, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, diwarnai kecemasan.
Pasalnya aliran Sungai Welang tinggi dampak dari curah hujan deras dsngan intensitas lama di bagian hulu. Aliran air ini masuk ke jalan permukiman warga.
Hingga pukul 19.20, aliran kali welang masih tinggi. Meski belum ada rumah warga yang kebanjiran, namun air sudah menutupi jalan permukiman setinggi mata kaki.
Sejauh ini, belum ada warga yang dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Hujan deras memang melanda Kota Pasuruan, Jumat (20/3) sejak pukul 15.00. Hujan melanda cukup lama hingga pukul 16.00. Kondisi serupa juga terjadi di daerah hulu. Akibatnya Sungai Welang pun meninggi. Alirannya masuk ke permukiman melalui celah pintu air.
Peristiwa ini bersamaan dengan malam takbir. Saat warga sedang bertakbir di masjid, air mendatangi permukiman. Meski begitu kondisi ini tidak sampak mengganggu kekhusyuan takbiran.
Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kota Pasuruan, Anang S menyebut kali welang meluap karena intensitas hujan tinggi di daerah hulu.
Namun sementara kondisinya masih aman. Belum ada rumah warga yang kebanjiran. Air hanya menggenangi jalan permukiman setinggi mata kaki.
"Kondisi ini sering terjadi setiap saat kali ada hujan tinggi di daerah hulu. Namun sementara hanya membanjiri jalan permukiman," jelas Anang.
Meski belum membahayakan, namun petugas BPBD tetap stand by di lokasi. Mereka berjaga memastikan kondisi rumah dan warga aman.
Jika memang ada warga yang membutuhkan pertolongan, tentu pihaknya akan mengevakuasi.
"Sementara aman. Belum ada rumah yang kebanjiran. Ketinggian air hanya 10 sampai 20 sentimeter," jelas Anang. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto