PASURUAN, Radar Bromo - Musim penghujan memang masih berlangsung. Namun, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kemarau ekstrem yang akan melanda Jawa Timur pada tahun 2026.
Fenomena El Nino yang diprediksi menguat pada pertengahan tahun, diperkirakan akan membuat musim kemarau kali ini datang lebih lambat, namun dengan durasi yang lebih panjang dan sifat hujan di bawah normal.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, menjelaskan kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi berada pada fase netral hingga pertengahan tahun.
Namun, peluang El Nino menguat ke kategori lemah hingga moderat mencapai 50-60 persen pada akhir tahun.
"Kondisi ini menyebabkan musim kemarau 2026 di Jawa Timur berpotensi jauh lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ungkap Rendy.
Awal musim kemarau diprediksi mulai masuk pada Mei 2026, di sebagian besar wilayah Jawa Timur.
Puncak kemarau sendiri diperkirakan terjadi pada Agustus 2026. Menariknya, durasi kemarau tahun ini diprediksi sangat panjang, mencapai 22 hingga 24 dasarian di sejumlah wilayah.
Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau sektor pertanian untuk segera melakukan penyesuaian kalender tanam.
Seperti beralih ke varietas padi umur pendek atau tanaman palawija guna menghindari risiko gagal panen.
Selain itu, pemerintah daerah diminta memaksimalkan "panen air hujan" di sisa musim penghujan ini untuk mengisi waduk dan cadangan air bersih masyarakat. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin