Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kecelakaan Maut yang Merenggut Nyawa Dosen Unmer Pasuruan Berakhir Kekeluargaan

Fuad Alyzen • Jumat, 20 Maret 2026 | 11:09 WIB
OLAH TKP: Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP atas insiden yang menewaskan seorang dosen Unmer Pasuruan.
OLAH TKP: Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP atas insiden yang menewaskan seorang dosen Unmer Pasuruan. (Dokumen Radar Bromo)

GONDANGWETAN, Radar Bromo - Insiden kecelakaan maut yang merenggut nyawa Muhammad Khoiron, 33, Dosen Universitas Merdeka (Unmer) Pasuruan, di Jalan Raya Bromo, Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan, akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan. 

Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan perkara ini ke ranah hukum, setelah menyadari insiden tersebut sebagai musibah murni.

Kecelakaan yang terjadi pada Senin (16/3) siang itu melibatkan sepeda motor Honda Vario milik korban dengan sebuah dump truck Mitsubishi bernomor polisi W 8194 UA.

Berdasarkan hasil penyelidikan Satlantas Polres Pasuruan Kota, truk yang dikemudikan oleh Idris Wididsono, 43, warga Sidoarjo, saat itu tengah berhenti darurat di sisi kiri jalan karena mengalami kerusakan rem belakang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota Ipda Zulkifli menjelaskan, pengemudi truk sebenarnya telah berusaha memberikan peringatan saat melihat motor korban melaju kencang dan tampak oleng dari kejauhan.

"Sopir truk sempat berdiri di samping ban belakang untuk memberi aba-aba. Namun kendaraan korban terus melaju tidak terkendali hingga menabrak bagian belakang truk. Diduga kuat, korban dalam kondisi mengantuk sehingga kehilangan konsentrasi," ujar Ipda Zulkifli.

Benturan keras tersebut mengakibatkan tubuh Kaprodi Rekayasa Perangkat Lunak Unmer ini terjepit di bagian belakang truk.

Meski warga sekitar sempat berusaha memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD dr. R. Soedarsono, nyawa pria asal Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur, itu tidak tertolong.

Penyelesaian kasus secara damai ini diambil setelah adanya pertemuan antara keluarga korban, pengemudi truk, dan para saksi.

Pihak keluarga korban menyatakan telah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai takdir.

"Kasus ini dinyatakan selesai. Tidak ada tuntutan dari pihak keluarga korban, sehingga penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan," tambah Zulkifli.

Kepergian Muhammad Khoiron menyisakan duka mendalam bagi civitas akademika Unmer Pasuruan. Saat kejadian, korban diketahui tengah dalam perjalanan menuju kampus untuk memberikan mata kuliah pada pukul 14.00. (zen/one)

Editor : Muhammad Fahmi
#jalur kekeluargaan #unmer pasuruan #gondangwetan #dosen #kecelakaan maut