Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Belasan Warga Kota Pasuruan Terpapar DBD di Triwulan Satu Tahun 2026

Fahrizal Firmani • Jumat, 13 Maret 2026 | 08:50 WIB

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

PASURUAN, Radar Bromo-Temuan kasus demam berdarah di kota Pasuruan, sepanjang 2026, rendah. Selama tiga bulan awal, Dinas Kesehatan (Dinkes) hanya menerima laporan 15 kasus.

Jumlahnya jauh dibandingkan tahun lalu yang mencapai 487 kasus. Dan tidak ada pasien yang meninggal dunia (MD).

Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr Shierly Marlena menyebut, temuan kasus DBD awal tahun cenderung menurun.

Pada 2025 hampir 500 kasus, awal tahun ini hanya belasan kasus. Sama seperti tahun lalu, tidak ada pasien MD. Semua kasus berhasil sembuh.

"Menurun jika dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu lebih dari 400 kasus DBD terjadi di kota Pasuruan," katanya.

Shierly menjelaskan, adanya temuan kasus DBD bisa jadi karena kebersihan lingkungan yang kurang baik.

Banyak masyarakat yang mungkin kurang peduli sehingga membiarkan adanya genangan, atau bak mandi tidak dikuras secara berkala. Sehingga menjadi tempat penyebaran virus DBD.

"Atau bisa juga karena mobilisasi yang tinggi. Ia bepergian dari luar kota dengan membawa virus dan masuk ke kota Pasueuan,," jelas Shierly.

Ia menyebutkan  DBD disebabkan oleh jentik nyamuk aedes aegepty. Tanda-tanda penderitanya bisa dikenali dengan gejala panas tinggi antara 3-7 hari, ada bintik-bintik di kulit, kadang ada mimisan dan sampai menyebabkan pendarahan dari hidung dan gusi.

Jika sampai terlambat penanganannya, penderita bisa jatuh dalam stadium shock (dengue strong shock). Kondisi ini dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya sebab adanya kebocoran pada plasma atau pembuluh darah.

"Maksimalkan program 3Mplus (menguras, membuang dan mengubur). Saat terpapar DBD segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat," jelas dr Shierly. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#dbd