PASURUAN, Radar Bromo - Ancaman angin kencang di wilayah Pasuruan, bisa berlangsung beberapa hari ke depan.
BMKG menyebut, fenomena angin gradien di Jawa Timur berisiko terjadinya bencana. Salah satunya, pohon tumbang.
Kecepatan angin yang menyentuh hingga 36 knot, membuat pohon tumbang di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan.
Seperti yang berlangsung Minggu (8/3). Pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Sukorejo, Dusun Krajan, Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Hingga memicu korban. Seroang remaja, Cecila Alfreta Maharani, 14, warga Dusun Panjalinan, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Pasuruan, meninggal dunia, tertimpa pohon tersebut.
Tak hanya di Sukorejo. Pohon tumbang juga terjadi di tempat yang lain. Seperti di Petungasri, Kecamatan Pandaan; Kalirejo, Kecamatan Bangil; Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo dan beberapa titik lain.
“Menurut laporan angin kencang dirasakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan. Baik di wilayah Bangil, Kraton, Pandaan, Gempol, Sukorejo, Wonorejo dan kecamatan yang lain,” jelas Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi menyampaikan, cuaca ekstrem akan terjadi beberapa hari ke depan.
Ia menambahkan, angin kencang yang terjadi di wilayah Jatim, karena angin gradien di Jatim dominan dari Barat, dengan kecepatan 36 knot.
Dengan pola konvergensi yang mendukung transport uap air dan meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer per Senin (9/3), secara umum berawan dan berpotensi terjadi hujan sedang – lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari daerah rawan bencana longsor, banjir bandang, dan banjir.
Serta mewaspadai potensi cuaca ekstrem selama periode peringatan dini terutama pada siang atau malam hari.
“Selain itu, kesiapan kelengkapan darurat untuk mengantisipasi terjadi bencana juga perlu dilakukan. Kami juga mengimbau, agar pemerintah daerah dan masyarakat, memperhatikan sistem drainase. Dan juga kondisi saluran maupun resapan air agar dapat menampung curah hujan dengan intensitas tinggi di musim hujan ini,” ujarnya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin