Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jaga Ketenangan Jemaah, Ihwan Rela Salat di Area Parkiran Masjid Rejoso-Pasuruan

Fuad Alyzen • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:50 WIB

JAGA KEAMANAN: Petugas keamanan berjaga di luar Masjid Roudlotul Muttaqin Rejoso, ketika jemaah sedang salat di dalam.
JAGA KEAMANAN: Petugas keamanan berjaga di luar Masjid Roudlotul Muttaqin Rejoso, ketika jemaah sedang salat di dalam.

DIPERCAYA sebagai keamanan di masjid, tentu bukan pekerjaan mudah. Setiap menunaikan salat berjemaah, yang pertama kali dilihat adalah halaman masjid atau lokasi parkir setelah selesai salat.

Menjaga keamanan di masjid, buka hanya ketika masuk waktu salat lima waktu. Jika ada acara di masjid, pihak keamanan akan melakukan operasi tanpa pamrih. Mereka menata parkir, mengatur lalu lintas, dan keamanan lainnya. Seperti dilakukan M. Ihwan, 59.

Sudah puluhan tahun warga Dusun Lirboyo, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, ini mengabdi di Masjid Roudlotul Muttaqin. Tugasnya menjaga keamanan dan membuat jemaah tenang dalam beribadah, tanpa harus memikirkan barang bawaan, seperti kendaraan.

“Sudah 23 tahun menjadi keamanan. Saya juga membentuk tim dari warga untuk membantu kepengurusan keamanan dan ketertiban masjid,” ujar Ihwan.

Ia memutuskan menjadi bagian keamanan karena dianggap memiliki potensi dan pengalaman mengatur keamanan dalam setiap event dan acara apa pun. Bahkan, pada kegiatan di tempat lainnya. Karena itu, takmir masjid memutuskan menjadikannya sekuriti masjid.

Setiap jemaah hendak menunaikan salat, baik salat Jumat, salat Id, tarawih, dan salat lainnya, Ihwan bersama timnya dipastikan datang lebih awal. Bukannya duduk di masjid lalu berzikir, melainkan memantau dan menata setiap kendaraan jemaah agar keamanan kawasan masjid bisa dijangkau dengan lebih mudah.

Meski bertanggung jawab terhadap keamanan, Ihwan mengaku tak sampai meninggalkan salat. Ia menyadari salat merupakan kewajiban utama. Karena itu, meski dihantui kekhawatiran terhadap keamanan masjid, ia tetap melaksanakan salat. Terutama salat maktubah.

“Apakah akan khusyuk pada saat berada di posisi itu, yang jelas, yang saya utaman salat. Sebab, salat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan. Seperti salat fardu dan salat Jumat. Tapi kesunahan salat tarawih, kadang tidak,” katanya.

Meski sedang salat, dari sisi keamanan dipastikan tetap waspada. Selesai salam salat, Ihwan mengaku langsung melihat ke area halaman masjid yang terparkir banyak motor dan mobil milik jemaah. Namun sebelum salat, pintu pagar masjid dipastikan terkunci.

Mengantisipasi adanya tindakan pencurian motor, Ihwan mengaku sering mengimbau jemaah yang membawa motor untuk memastikan sudah terkunci ganda dan aman. “Karena pihak masjid tidak akan memberikan garansi jika sampai terjadi pencurian,” katanya.

Ketika salat Jumat dan tarawih, pengamanan ditingkatkan. Yakni, salah satu petugas keamanan akan menjalani salat Jumat di luar masjid di area parkir depan masjid atau halaman luar pagar masjid. Petugas keamanan masjid senantiasa berikhtiar dan siaga agar jemaah bisa menjalankan salat tanpa memikirkan keamanan kendaraannya. “Tidak hanya salat Jumat, salat tarawih dan Id juga,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi keamanan di masjid, tidak selalu tertekan karena harus menjaga keamanan. Ada saatnya merasakan kebahagiaan lebih, ketika dipercaya memberikan pengamanan dan pengawalan pada para masyayikh atau kiai dalam kegiatan-kegiatan tertentu.

“Rasanya bahagia, bisa mengawal dan memberikan nilai aman pada para ulama, sebagai tokoh agama dan panutan masyarakat semuanya,” ujarnya.

Menjadi petugas keamanan di masjid, tak membuat Ihwan meninggalkan kewajibannya dalam mencari nafkah. Di luar tugas di masjid, ia bekerja sebagai mebeler. “Tidak setiap saat standby di masjid, takmir menjadwal secara bergiliran dengan temen-teman sekuriti lainnya,” ujarnya.

Dengan menjaga rumah Allah SWT, Ihwan berharap bisa memberikan nilai manfaat kepada sesama, khususnya kepada para jemaah ketika menunaikan salat. Ia mengaku bahagia ketika melihat jemaah bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, tanpa muncul perasaan waswas, bahkan ketakutan kendaraan dan barang lainnya tidak akan aman.

“Alhamdulillah, selama ini tidak pernah ada kejadian kehilangan motor jemaah pada saat menjalankan salat Jumat secara berjemaah,” katanya. (fuad alyzen/rud)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#pasuruan #rejoso #masjid