SURABAYA, Radar Bromo–Kabar membanggakan datang dari dunia akademisi Jawa Timur. Harfiahani Indah Rakhma Ningtyas, atau yang akrab disapa Tyas, resmi menyandang gelar Doktor.
Gelar itu diraih setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Surabaya pada Senin, 2 Maret 2026.
Keberhasilan Dr. Tyas ini tidak hanya menjadi capaian pribadi. Tetapi, juga membawa angin segar bagi pengembangan literasi keuangan berkelanjutan dan tata kelola perusahaan yang mendukung keberlanjutan.
Dr. Tyas melibatkan sampel perusahaan manufaktur dari enam negara ASEAN. Yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina, yang menghadapi tantangan serupa dalam mengimplementasikan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).
Penelitian ini sangat relevan bagi Pasuruan. Sebab, memiliki jumlah perusahaan manufaktur yang tinggi.
Harapan Dr. Tyas dapat memberikan wawasan untuk meningkatkan penerapan ESG guna mendukung daya saing dan keberlanjutan secara internasional.
Dengan menyoroti bagaimana integrasi ESG, dapat meningkatkan kinerja keuangan dan keberlanjutan, serta mendorong kebijakan pemerintah yang lebih efektif di tingkat daerah.
Menakar Pengaruh ESG Terhadap Kinerja Keuangan
Dalam studinya di jenjang S3 Akuntansi UNAIR, Dr. Tyas mengangkat judul disertasi yang sangat relevan dengan tren bisnis global saat ini:
"Peran Moderasi Financial Slack dan Kepatuhan Peraturan Environmental, Social, and Governance (ESG) pada Pengaruh Kinerja ESG Terhadap Kinerja Keuangan."
Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana perusahaan dapat mengelola financial slack dengan efektif dan mematuhi peraturan ESG dapat meningkatkan antara kinerja ESG dan kinerja keuangan perusahaan.
Temuan Dr. Tyas memberikan panduan bagi perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip ESG untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang dan kinerja finansial yang lebih baik.
Apresiasi dari Para Penguji
Kualitas penelitian ini mendapat apresiasi tinggi dari Penguji dan Promotornya. Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, SE., MBA., Ak., CMA., CPM., CA, selaku Promotor sekaligus penguji, menyatakan bahwa Dr. Tyas memiliki ketajaman analisis yang luar biasa dalam melihat fenomena bisnis modern.
"Dr. Tyas berhasil membedah isu krusial mengenai ESG yang kini menjadi standar global internasional. Hasil penelitian ini bukan sekadar teori, melainkan solusi aplikatif bagi manajemen perusahaan untuk tetap survive dan kompetitif dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan tata Kelola keberlanjutan," ujar Prof. Bambang Tjahjadi.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Zahroh Naimah, SE., M.Si., Ak. selaku Co-Promotor, menambahkan bahwa ketekunan Dr. Tyas dalam mengolah data kompleks menjadi nilai tambah tersendiri.
"Kontribusi ilmiah yang diberikan Dr. Tyas sangat signifikan, terutama dalam memberikan perspektif baru bagi kepatuhan regulasi di Indonesia. Saya yakin ia akan menjadi pakar yang sangat diperhitungkan di masa depan," tambah Dr. Zahroh.
Sosok Multi-Talenta: Akademisi Sekaligus Praktisi
Dr. Tyas bukanlah sosok baru di dunia profesional. Ia merupakan dosen aktif di Institut Teknologi dan Bisnis Yadika Bangil, Pasuruan. Keberhasilannya meraih gelar doktor ini diharapkan dapat meningkatkan mutu akademik di kampus tempatnya mengabdi.
Tak hanya di balik meja dosen, Dr, Tyas juga dikenal sebagai praktisi yang mumpuni melalui perannya sebagai konsultan keuangan di AHA Consultant Pasuruan, sebuah lembaga konsultasi yang telah banyak membantu pelaku usaha dalam menata manajemen keuangan sekaligus aspek regulasinya.
Kombinasi antara teori akademis yang kuat dan pengalaman praktis di lapangan menjadikannya sosok konsultan yang strategis bagi para pelaku usaha.
Kontribusi untuk Pasuruan dan Skala Nasional
Ilmu yang diraih Dr. Tyas diprediksi akan memberikan kontribusi nyata dalam lingkup pembangunan, khususnya di Kabupaten Pasuruan dan Jawa Timur.
Dengan banyaknya sektor industri di wilayah Pasuruan, kepakaran Dr. Tyas dalam bidang akuntansi dan implementasi ESG sangat dibutuhkan untuk mendorong perusahaan lokal agar lebih kompetitif di kancah nasional maupun internasional.
"Implementasi ESG bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, tapi strategi investasi jangka panjang. Saya berharap hasil pemikiran ini bisa diaplikasikan untuk membantu percepatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," jelas Dr. Tyas.
Profil Singkat Dr. Harfiahani Indah Rakhma Ningtyas
Instansi akademik: Dosen ITB Yadika Bangil, Pasuruan
Bidang Keahlian: Akutansi, Keuangan dan strategi ESG
Lembaga Profesional: Konsultan Keuangan di AHA Consultant Pasuruan
Pendidikan: Doktor (S3) akuntansi Universitas Airlangga
Editor : Muhammad Fahmi