TOSARI, Radar Bromo–Semangat empati dan gotong royong khas warga Tengger terlihat jelas saat ada musibah di lingkungan mereka.
Hal itu terlihat saat ratusan warga Desa Ngadiwono, Tosari, Pasuruan gotong royong mengevakuasi truk yang terperosok masuk ke areaperkebunan curam sedalam puluhan meter, Selasa (3/3).
Sebelumnya, truk itu tergelincir usai tertimbun material longsor di jalur Bromo via Tutur, Senin sore (2/3), sekitar pukul 17.00.
Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu menyebabkan tebing di jalur Tosari-Nongkojajar/Tutur runtuh, menutup badan jalan.
Materialan longsor menimpa tiga kendaraan yang tengah melintas. Selain truk, juga ada mobil pikap dan Grandmax.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
"Alhamdulillah korban jiwa nihil, hanya ada beberapa korban luka-luka. Yakni dua orang luka berat dan tiga orang luka ringan,” kata Sugeng.
“Material longsor yang menutup jalan sudah berhasil kami tangani, dan saat ini fokus pada evakuasi kendaraan," ujarnya.
Ia juga mengimbau warga tetap waspada hingga 10 Maret mendatang.
Sebab, derdasarkan data BMKG, cuaca ekstrem masih berpotensi memicu longsor dan banjir di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Evakuasi truk menjadi tantangan terberat karena posisi kendaraan yang berada di kebun dengan kemiringan yang curam.
Selain itu, lokasi longsor tepat di tikungan jalan yang cukup tajam.
Tanpa instruksi khusus, warga Tengger langsung turun ke lokasi membawa tali tambang untuk menarik badan truk secara manual.
Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pasuruan asal Tosari, Agus Setiya Wardana, mengaku terharu dengan inisiatif warga tersebut.
"Luar biasa sekali. Tanpa instruksi, warga langsung meninggalkan kebun untuk membantu. Ini murni empati khas warga Tengger," ujar Agus Setiya Wardana, tokoh masyarakat setempat.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung. Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat prakiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan di wilayah Kabupaten Pasuruan. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi