PASURUAN, Radar Bromo-Rencana pemkot untuk menjadikan angkutan kota (angkot) di Kota Pasuruan menjadi angkutan pelajar, terus dimatangkan.
Dinas Perhubungan (Dishub) sedang mengkaji penggunaan kupon. Kupon bisa jadi alat pembayaran bagi siswa.
Kepala Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto menuturkan pihaknya masih mengkaji mekanisme terbaik untuk merealisasikan angkutan pelajar.
Ada beberapa opsi yang bisa diberikan bagi angkot agar bisa dimanfaatkan siswa sebagai transportasi.
Salah satunya mengkaji pemberian kupon. Misalnya, siswa bisa menggunakan kupon sebagai alat pembayaran.
Kupon ini dipakai untuk berangkat dan pulang. Saat memakai angkutan, mereka bisa menunjukkan kupon pada sopir sebagai bukti pembayaran.
"Kupon ini dibiayai oleh pemerintah. Bisa berbentuk seperti kartu dan ditunjukkan ke pengemudi saat penggunaan. Saat ini masih dikaji," katanya.
Andri-sapaannya menyebut bisa jadi ada satu macam kupon yang digunakan untuk pulang dan berangkat sekolah.
Namun, tidak menutup kemungkinan, kupon yang diberikan ke siswa ada dua macam. Kupon berangkat dan kupon pulang. Hal ini masih dikaji.
Ini bisa menjadi solusi bagi angkot agar bisa kembali ramai. Dan siswa juga akan diuntungkan, karena tidak perlu mengeluarkan uang.
Mengingat angkot saat ini semakin sepi, karena maraknya penggunaan transportasi pribadi.
Jika terwujud, ia optimis angkutan pelajar ini bisa sukses. Mengingat, transportasi serupa yakni bis sekolah bisa berjalan baik.
Bis sekolah ini, melayani wilayah utara yang tidak dilewati angkot bagi pelajar dan tidak dipungut biaya.
"Secepatnya bisa direalisasikan. Kajian melibatkan Dinas Pendidikan dan kebudayaan," terang Andri. (riz/one)
Editor : Moch Vikry Romadhoni