PASURUAN, Radar Bromo- Hujan deras dengan durasi lama membuat sejumlah jalan dan permukiman di Kota Pasuruan tergenang air, Minggu (15/2) sore.
Kondisi ini diperparah dengan kondisi air laut yang sedang pasang. Drainase pembuangan air hujan ke sungai terhambat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Alyasa Akbar mengatakan, hujan lebat berangsur lama. Mulai sekira pukul 16.10 sampai pukul 19.00.
“Mengakibatkan genangan di beberapa daerah di Kecamatan Panggungrejo dan Gadingrejo,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran BPBD, terdapat saluran air tersumbat. Tingginya debit air Sungai Gembong yang disebabkan pasangnya air laut, membuat air tidak bisa terbuang atau mengalir ke sungai. Karena itu, air menggenang.
Di Kecamatan Panggungrejo, ada sejumlah jalan yang tergenang. Di antaranya, Jalan Diponegoro, Kelurahan Kandangsapi dengan ketinggian air antara 20 sampai 30 sentimeter.
Jalan Belitung, Kelurahan Karanganyar, setinggi sekitar 30 sentimeter. Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bangilan, setinggi sekitar 20 sentimeter.
Genangan juga terjadi di Jalan K.H. Abdul Hamid, gang 12 dan gang 8. Tepatnya di RT 2 dan RT 3/RW 1 dengan ketinggian air 20 sampai 35 sentimeter.
Sedangkan, rumah yang terdampak total ada 92 kepala keluarga atau 276 jiwa.
Di Kecamatan Gadingrejo, ada Jalan Halmahera. Ketinggian air antara 15 sampai 20 sentimeter.
Alyasa mengatakan, genangan tertinggi terjadi pukul 19.20. Sekitar pukul 23.00, perlahan air mulai surut. Mengikuti surutnya air laut.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan atau kelurahan dan instansi terkait lainnya, guna melakukan pendataan serta penanganan darurat,” ujarnya.
Dua Rumah Rusak
Derasnya hujan dan kencangnya tiupan angin di Kota Pasuruan, Minggu (15/2) sore, membuat dua rumah warga rusak.
Atap dan dindingnya ambrol. Syukur tak sampai makan korban jiwa.
Dua rumah itu di antaranya milik Moch Solikhin, warga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo.
Atap dan dinding jebol. Ada juga rumah warga Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Sunik. Atapnya ambrol.
Rumah para korban ini rusak ketika diterpa hujan dan angin kencang sekitar pukul 19.00. Atap rumah para korban tidak mampu menahan beban air sehingga ambrol.
“Karena hujan deras, air masuk dan mengaliri atap. Karena basah, atap rumah tak mampu menahan, kemudian ambrol,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pasuruan Alyasa Akbar. (zen/rud)
Editor : Fahreza Nuraga