KRATON, Radar Bromo- Demi bisa menyaksikan haflah imtihan, dua remaja ini melakukan hal tidak biasa. Muh, 15, dan Set, 13, menyaksikan dari atap sebuah masjid. Apesnya, mereka kesetrum saat di atap.
Keduanya tercatat sebagai santri Ponpes Syamsul Arifin di Desa Pukul, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Muh berasal dari Desa Pancur, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan dan Set dari Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Jumat (13/2) siang, digelar haflah imtihan di Ponpes Putri Syamsul Arifin.
Haflah dilaksanakan di Masjid Syamsul Arifin, masih di lingkungan ponpes setempat.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi menjelaskan, kedua korban yang tinggal di Ponpes Putra berkeinginan menyaksikan imtihan itu. Mereka lantas melihat imtihan dari atap masjid setempat, sekitar pukul 14.00.
“Mereka memanjat anak tangga masjid menuju atap. Di atap itu memang banyak kabel-kabel,” tutur Junaidi.
Hujan yang turun selama acara haflah tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyaksikan kegiatan itu. Begitu sampai di atap masjid, tanpa sengaja keduanya menyentuh kabel.
Detik itu juga, mereka tersengat listrik. Begitu tersengat listrik, Muh langsung pingsan. Sedangkan Set, masih sadar. Namun, dia sempat berteriak.
Teriakan Set ini didengar warga sekitar yang menyaksikan haflah dari depan masjid. Saat itulah, warga menyadari ada santri yang atap masjid.
Karena curiga, warga pun naik ke atap masjid untuk mengecek. Sampai di atap masjid, warga mendapati Muh pingsan dan Set dalam kondisi lemas.
Warga langsung sadar, keduanya kesetrum kabel di atap. Mereka pun melaporkan kejadian itu ke Pemdes Pancur.
“Pada saat kegiatan Haflah Imtihan, cuaca sedang hujan di wilayah Desa Pukul dan sekitarnya. Jadi ,” ujar mas Jun sapaan akrabnya.
Tidak lama kemudian, ambulans desa datang ke lokasi imtihan. Warga langsung menurunkan kedua santri dari atap dan melarikan mereka ke RSUD Bangil untuk mendapat pertolongan medis.
Akibat kesetrum itu menurut Jun (panggilannya), Muh mengalami luka bakar di punggung dan kaki. Sedangkan Set bakar di tangan kanan.
“Hingga saat ini kedua korban dalam keadaan sadar dan masih dirawat di RSUD Bangil,” katanya.
Adapun kegiatan Haflah Imtihan menurutnya, belum mengantongi izin.
Tidak ada pemberitahuan maupun koordinasi dengan pihak kepolisian, maupun dengan pemerintah desa setempat.
“Kegiatan itu tidak adanya pemberitahuan dan koordinasi dengan Kepolisian maupun Pemerintah Desa Pukul,” tuturnya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi