PROBOLINGGO, Radar Bromo-Sebanyak 1.107 peserta didik di Kota Probolinggo mengikuti babak penyisihan Kompetisi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Penyisihan itu dilaksanakan serentak di sekolah masing-masing peserta, Senin (9/2).
Secara umum, pelaksanaan kompetisi berjalan lancar, tertib, dan memberikan suasana yang nyaman bagi para peserta. Sehingga, mendapat apresiasi positif dari sejumlah sekolah.
Salah satu sekolah yang ambil bagian dalam kompetisi TKA ini adalah SD Negeri Tisnonegaran 1.
Kepala SDN Tisnonegaran 1 Sapik menyampaikan, 35 murid dari kelas V dan VI mengikuti Kompetisi TKA ini.
“Pelaksanaan dimulai pukul 08.00. Pada satu jam pertama peserta mengerjakan tes Bahasa Indonesia sebanyak 30 soal, dilanjutkan tes Matematika selama satu jam dengan 20 soal,” jelasnya.
Menariknya, kata Sapik, sebagian peserta mampu menyelesaikan soal Bahasa Indonesia lebih cepat dari waktu yang disediakan.
Setelah mendapatkan izin dari panitia, mereka langsung melanjutkan ke sesi Matematika.
“Dalam 35 menit pertama sudah ada murid yang selesai mengerjakan Bahasa Indonesia, lalu melanjutkan Matematika. Ini menunjukkan kesiapan anak-anak cukup baik,” ujarnya.
Sapik mengatakan, hasil TKA kini menjadi salah satu indikator penting bagi peserta didik dalam menempuh jalur prestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Oleh karena itu, kompetisi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo ini dinilai sangat bermanfaat.
“Kami berharap ke depan ada kompetisi serupa, terutama menjelang pelaksanaan TKA pada April mendatang. Mungkin bisa lebih difokuskan untuk kelas VI dengan variasi soal yang berbeda,” ungkapnya.
Selama pelaksanaan kompetisi, tidak ditemukan kendala berarti. Para peserta dinilai sudah terbiasa menghadapi model tes serupa, sehingga dapat mengikuti ujian dengan tenang dan percaya diri.
Salah satu peserta, Princess Shaquilla Lizzate, siswi kelas VI SDN Tisnonegaran 1, mengaku soal-soal yang diujikan relatif mudah dipahami.
“Alhamdulillah soalnya gampang karena sebelumnya saya sudah belajar dan membuat catatan sendiri,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Mochammad Razaqi Hepta Baropho. Ia menilai tingkat kesulitan soal berada pada kategori sedang.
“Dari 30 soal Bahasa Indonesia, sekitar lima soal cukup menantang, tapi masih bisa saya kerjakan,” kata siswa kelas VI SDN Tisnonegaran 1 ini.
Razaqi mengaku telah mempersiapkan diri dengan berlatih di rumah, membeli buku latihan, serta mengikuti les tambahan. Menurutnya, kompetisi seperti ini sangat bermanfaat bagi peserta didik.
“Selain menambah pengalaman dengan model soal yang berbeda, kompetisi ini juga melatih mental agar tidak grogi saat TKA nanti. Jadi sangat seru dan berguna,” jelasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi