PASURUAN, Radar Bromo–Seorang nelayan asal Dusun Kedondong, Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan hilang saat melaut di perairan Kisik. Korban adalah Suparto, 52.
Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota AKP Edy Suseno menjelaskan, korban berangkat melaut seorang diri Sabtu (7/2) sekitar pukul 15.00, untuk mencarai rajungan. Dia berangkat menggunakan perahu nelayan Dua Putra.
Namun hingga malam hari, korban tak kunjung pulang. Sehingga keluarga kemudian melaporkan hilangnya korban pada pemerintah desa setempat.
Keberadaan korban sebenarnya sempat diketahui nelayan lain yang sedang melaut. Mereka, warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, yaitu Lukman Hadi dan Kusen.
Minggu (8/2) sekitar pukul 03.00, keduanya melihat sebuah perahu terombang-ambing di perairan Kisik, Desa Kalirejo, Kraton. Mesin perahu itu hidup. Namun tidak ada orang di perahu itu.
“Jadi mesinnya berjalan sendiri. Tanpa pengemudi. Waktu itu ombak juga cukup besar karena angin sedang kencang,” katanya.
Merasa aneh, Lukman dan Kusen langsung mencari pemilik perahu dengan berkeliling di sekitar lokasi. Mereka sempat berputar-putar.
Tak lama kemudian, keduanya melihat cahaya senter di tengah laut. Setelah dicek, ternyata cahaya senter itu berasal dari headlamp yang dipakai korban.
Saat itu, korban terlihat sedang berenang menjauhi perahunya dan berusaha bertahan di tengah ombak. Diduga, korban jatuh dari perahu setelah diterjang ombak.
Para saksi sempat berupaya menolong korban dengan melempar umpal (pelampung tradisional dari bambu). Namun tali umpal terlalu pendek, sehingga tidak dapat dijangkau korban.
Situasi semakin sulit ketika lampu senter di dahi korban terlepas dan jatuh. Seketika, jarak pandang menjadi gelap. Korban tidak terlihat lagi.
Di sisi lain, saat itu cuaca di laut sedang tidak bersahabat. Ombak cukup besar dan angin kencang. Ditambah keterbatasan alat pertolongan, membuat upaya penyelamatan yang dilakukan Lukman dan Kusen gagal.
Namun para saksi tidak menyerah. Mereka masih berputar mencari korban selama sekitar 1-2 jam. Sayangnya, korban tidak lagi terlihat.
Pemerintah Desa Semare dan Kalirejo, Kecamatan Kraton, yang mengetahui ada nelayan hilang, langsung melakukan pencarian.
Minggu (8/2) pagi sekitar pukul 10.00, sebuah perahu ditemukan kandas di perairan Panggungrejo, wilayah Tambaan, Kota Pasuruan.
Setelah diperiksa oleh keluarga dan perangkat desa, perahu tersebut dipastikan milik korban Suparto.
Di dalam perahu ditemukan barang-barang pribadi korban yang masih utuh. Seperti, sandal dan rokok. Namun korban tidak ditemukan.
Keluarga korban lantas melaporkan hilangnya korban ke Polairud Polres Pasuruan Kota dan BPBD Kabupaten Pasuruan.
Menindaklanjuti laporan keluarga dan temuan perahu tersebut, Tim SAR gabungan mulai melakukan operasi pencarian korban Senin (9/2).
Tim gabungan terdiri atas BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kota Pasuruan, Polairud Polres Pasuruan Kota, serta relawan dari warga sekitar.
Pencarian difokuskan di titik terakhir korban terlihat. Yaitu di sekitar perairan Kisik, Desa Kalirejo.
Satu unit perahu karet BPBD Kabupaten Pasuruan diturunkan untuk menyisir wilayah pantai hingga laut lepas.
Koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Desa Kalirejo dan Kecamatan Kraton guna mempercepat proses pencarian, sembari menunggu dukungan dari tim Basarnas.
Koordinator TRC BPBD Kabupaten Pasuruan Imron Rosyadi menyampaikan, pencarian dilakukan sejak pagi meski terkendala cuaca.
Hingga Senin sore (9/2), korban masih belum ditemukan. Angin kencang dan hujan gerimis menjadi hambatan utama dalam proses penyisiran.
"Kami bersama-sama dengan BPBD Kota Pasuruan serta gabungan relawan mulai pagi mencari nelayan yang dilaporkan hilang. Sembari menunggu tim Basarnas, kami menyisir di area korban terakhir hilang," katanya, kemarin (9/2) siang.
Sebagai pusat kendali, posko darurat didirikan di area Pelabuhan Pasuruan, Kelurahan Mandaran, Kota Pasuruan, untuk memantau situasi secara real time. Tim gabungan juga mengimbau para nelayan yang melaut di sekitar wilayah tersebut untuk segera melapor apabila menemukan tanda, barang, atau petunjuk. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi