PASURUAN, Radar Bromo–Aksi pembakaran sejumlah perahu di Pasuruan jadi atensi polisi. Saat ini Kepolisian Resor Pasuruan Kota tengah mendalami kasus pembakaran yang terjadi pada Rabu (4/2) malam lalu.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly, mengonfirmasi bahwa total ada 11 perahu yang hangus terbakar dalam insiden tersebut.
Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu menjelaskan, aksi pembakaran perahu itu dipicu oleh kesalahpahaman antarwarga.
"Total ada 11 perahu yang terbakar, rinciannya 10 perahu di satu lokasi dan satu perahu lagi di posisi yang berbeda," ujar AKBP Yudho saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (5/2) di Pendapa Kantor Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Pihak kepolisian sendiri saat ini telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pasuruan serta jajaran TNI untuk meredam situasi.
Yudho menegaskan, seluruh permasalahan yang menjadi pemicu konflik akan diselesaikan melalui jalur musyawarah.
"Semua permasalahan akan kami diskusikan secara musyawarah mufakat. Kami bersama Pak Wali Kota, jajaran Polri, dan TNI akan mencari win-win solution agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari," tuturnya.
Meski langkah mediasi dikedepankan, Yudho menegaskan bahwa proses penyelidikan hukum tetap berlangsung.
Saat ini, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi (police line) untuk kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Statusnya masih penyelidikan. Kami sedang melakukan olah TKP dan mendalami lebih lanjut untuk menentukan langkah penyidikan, termasuk penetapan tersangka. Kami tidak menutup kemungkinan adanya ranah pidana dalam kasus ini," tegasnya.
Guna mencegah aksi susulan, Polres Pasuruan telah menambah personel di titik-titik rawan.
Patroli gabungan antara TNI, Polri, dan unsur Forkopimcam terus digalakkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu atau berita yang belum tentu kebenarannya. Demi terciptanya kondifitas dan keamanan di wilayah Pasuruan.
Seperti diberitahan sebelumnya, suasana Pelabuhan Pasuruan memanas, Rabu (4/2) malam. Ini lantaran terjadi konflik antarkelompok nelayan.
Akibatnya, sejumlah perahu yang parkir di Pelabuhan Pasuruan di tepi pesisir Desa Kalirejo, hangus dilalap si jago merah.
Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com di lokasi kejadian, ketegangan ini melibatkan nelayan dari Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, dengan nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kabupaten Pasuruan.
Insiden pembakaran perahu tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni di Dusun Kisik dan area parkir Pelabuhan Pasuruan.
Kabarnya, kebakaran perahu ini pemicunya lantaran perselisihan terkait penggunaan alat tangkap ikan.
Menurut keterangan warga, kejadian ini bermula sekira pukul 16.00 di perairan Katingan, Sidoarjo.
Saat itu sebuah perahu jaring trawl milik nelayan Ngemplakrejo dianggap beroperasi terlalu ke pinggir.
Hal ini memicu protes dari nelayan asal Dusun Kisik hingga terjadi cekcok mulut di tengah laut.
Perahu yang diinformasikan jenis trawl tersebut beserta enam ABK-nya kemudian dipaksa bersandar ke Dusun Kisik, yang berakhir dengan pembakaran perahu oleh warga setempat.
Insiden ini tak bisa dihindari meskipun sempat ada upaya mediasi dari tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.
Aksi pembakaran di Dusun Kisik memicu reaksi balasan cepat dari warga Ngemplakrejo yang tidak terima.
Sekitar pukul 20.00, warga nelayan Ngemplakrejo di kawasan Pelabuhan Pasuruan mengamuk.
Mereka kemudian membakar empat unit perahu tradisional yang sedang bersandar di area parkir.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa perahu-perahu tersebut milik warga Kisik, Kalirejo. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi