PASURUAN, Radar Bromo - Masyarakat Kota Pasuruan tidak perlu risau saat membeli atau mengonsumsi daging sapi.
Meski di beberapa daerah di Jawa Timur ada temuan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di Kota Pasuruan dipastikan aman. Tidak ada hewan ternak yang terpapar virus tersebut.
Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Muallif Arif menyebut belum ada temuan kasus PMK di Kota Pasuruan.
Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan daging sapi yang beredar di pasar. Pemkot memastikan dalam kondisi aman.
"Memang ada temuan di Kabupaten Pasuruan. Namun di Kota Pasuruan belum ada temuan. Kami pastikan hewan ternak di Kota Pasuruan bebas dari PMK," katanya.
Ayik-sapaannya-menjelaskan, sudah melakukan langkah antisipasi. Diantaranya dengan melakukan pemeriksaan pada sejumlah hewan ternak di Kota Pasuruan.
Total ada 2.711 hewan ternak. Paling banyak adalah kambing, sebanyak 1.867 ekor. Sementara sapi adalah 167 ekor dan domba sekitar 677 ekor.
Pada 2024 lalu, pihaknya melakukan penyuntikan vaksin pada ratusan hewan ternak ini.
Tujuannya agar tidak ada yang terpapar virus PMK. Selain itu, pemkot juga memperketat lalu lintas sapi atau kambing yang masuk ke Kota Pasuruan. Bagi yang memiliki gejala PMK tentu akan dilakukan karantina.
"Kami sudah melakukan tindakan. Pemeriksaan dan vaksin pada hewan ternak. Dan kota Pasuruan masih aman," sebut Ayik. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin