Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DPRD Usulkan Angkot di Kota Pasuruan Jadi Angkutan Pelajar, Dishub Alihkan Jadi Angkutan Wisata  

Fahrizal Firmani • Senin, 2 Februari 2026 | 11:11 WIB

 

MASIH EKSIS: Deretan angkot saat parkir di kawasan alun-alun Pasuruan, beberapa waktu lalu. Pemkot dan DPRD Kota Pasuruan terus berupaya agar angkot tetap ramai.
MASIH EKSIS: Deretan angkot saat parkir di kawasan alun-alun Pasuruan, beberapa waktu lalu. Pemkot dan DPRD Kota Pasuruan terus berupaya agar angkot tetap ramai.

PASURUAN, Radar Bromo-Wacana menjadikan angkutan kota (angkot) sebagai angkutan pelajar di Kota Pasuruan kembali diembuskan. DPRD Kota Pasuruan mendorong angkot dijadikan angkutan pelajar.

Cara itu diharapkan bisa menjadi solusi atas minimnya penumpang yang menggunakan angkot.

Wacana ini sempat mengemuka pada 2018. Saat itu, Dinas Perhubungan (Dishub) berencana memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi setiap angkot. Namun, rencana ini menguap saat terjadi pandemi Covid 19.

Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Suci Mardiko menyebut, angkot perlu direvitalisasi.

Sehingga, tidak kalah bersaing dengan angkutan online yang semakin menjamur.

Karena itu, perlu ada solusi dan perhatian khusus agar angkot tidak mati suri.

Salah satu caranya, menjadikan angkot sebagai angkutan pelajar. Siswa yang menggunakan angkot tidak perlu membayar.

Sebab, telah ditanggung oleh pemkot dalam bentuk subsidi. Sehingga, angkot bisa kembali ramai dan siswa tidak perlu membayar ongkos.

"Angkot saat ini semaki sepi. Mereka kalah bersaing dengan transportasi online karena lebih cepat dan mudah. Maka perlu ada solusi konkret," katanya.

Koko-sapaannya menyebut, memang hal ini tidak mudah diwujudkan. Karena perlu anggaran untuk memberikan subsidi bagi setiap angkot.

Tapi, dewan telah mendorong Dishub agar bisa merealisasikannya tahun depan.

"Kami sudah menyampaikan ke Dishub agar bisa segera terealisasi. Tahun ini masih belum bisa, tapi tahun depan kami harap bisa terpenuhi," kata politisi PKS ini.

Kepala Dishub Kota Pasuruan Andriyanto, rencana menjadikan angkot sebagai angkutan pelajar tetap ada.

Namun, memang rencana ini belum sempat terealisasi karena terkendala anggaran. Tentu, ia berharap rencana ini bisa segera terwujud.

"Saat ini kami sedang menghitung kebutuhan biaya untuk subsisi BBM angkot. Nanti kami usulkan ke pemkot dan dewan," tutur Andri.

Dishub sendiri tidak diam saja setelah wacana angkot pelajar tidak kunjung jelas realisasinya. Sejak 2025, Dishub menjadi penyokong program angkutan wisata yang diinisiasi Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga (Disparpora) kota setempat.

Melalui program ini, angkot disewa oleh pemkot melalui Disparpora untuk menjadi transportasi penunjang wisata.

Agenda ini dilakukan tiap pekan untuk mengenalkan Kota Pasuruan, khususnya mengenalkan wisata di kota.

Dalam pelaksanaannya, Disparpora menggandeng sekolah dan masyarakat umum yang ingin berkeliling kota. Mereka menjelajah sejumlah wisata andalan di kota.

Seperti Alun-Alun kota, Payung Madinah di Masjid Jami Al-Anwar, kawasan Makkah di Krampayangan, Kecamatan Bugulkidul dan Taman Tematik Bukir di Bukir, Kecamatan Gadingrejo.

"Angkot diberdayakan menjadi angkutan wisata. Siswa dan masyarakat diajak berkeliling ke setiap destinasi wisata yang dimiliki oleh pemkot," jelas Andri.

Ketua Primer Koperasi Angkutan Darat (Primkopangda) Mashudi menyebut, pihaknya sangat mendukung angkot menjadi angkutan wisata.

Sehingga, angkot tidak sampai mati suri. Namun, angkutan wisata ini tidak menjangkau semua angkot di kota.

Sebab yang dijadikan sebagai angkutan wisata hanya angkot yang sesuai trayek, yaitu angkot yang melintas di Alun-Alun kota.

Jumlahnya yang aktif saat ini ada sekitar 20 angkot. Terdiri dari angkot D1, D3, dan E1.

“Untuk angkot yang tidak memiliki trayek ini ya tidak menjadi angkutan wisata. Karena itu, kami berharap ada solusi yang lebih konkret yang melibatkan semua angkot. Seperti angkutan bagi pelajar," tutur Mashudi. (riz/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#online #angkot #covid #pasuruan #wisata #dprd #bbm #dishub #pelajar