KRATON, Radar Bromo - Fenomena hujan es batu disertai angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, Sabtu (31/1) sore.
Peristiwa langka ini sempat membuat geger warga. Terutama para pemancing di area tambak Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Hujan es turun secara tiba-tiba bersamaan dengan hujan deras dan embusan angin kencang.
Butiran es berukuran kecil terlihat jatuh bersama air hujan dan menutupi permukaan tanah di sekitar tambak dan permukiman warga.
Sejumlah pemancing yang saat itu berada di tambak Pulokerto, sempat berlarian mencari tempat aman.
Mereka panik, karena hujan es batu datang tanpa tanda-tanda. disertai angin kencang yang cukup membahayakan.
Salah seorang pemancing asal Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Fikri, 30, mengaku sempat ketakutan saat hujan es.
“Tiba-tiba hujan deras, lalu terdengar suara seperti kerikil jatuh. Ternyata hujan es. Anginnya juga kencang sekali. Kami langsung lari cari tempat aman,” ujarnya.
Akibat terpaan angin dan hujan deras, sejumlah sepeda motor milik pemancing sampai roboh. Syukur tak sampai ada korban jiwa maupun kerusakan serius.
Perangkat Desa Pulokerto, Samian, 43, mengatakan, banyak warga yang sempat keluar rumah untuk menyaksikan langsung fenomena hujan es.
“Warga kaget karena baru pertama kali melihat hujan es. Alhamdulillah tidak ada kerusakan dan tidak ada korban,” katanya.
Selain di Kecamatan Kraton, hujan es batu juga dilaporkan terjadi di beberapa desa lain serta wilayah Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.
Warga di sejumlah titik diminta tetap waspada mengingat kondisi cuaca belakangan ini cenderung tidak menentu.
Hujan es juga terjadi di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton. Salah Seorang warga, Pramudya Jatayu, merekam langsung momen turunnya butiran es yang jatuh bersamaan dengan hujan deras di depan rumahnya.
“Terjadi di depan rumahku sendiri. Sekitar 10 menitan,” katanya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo Rendy Irawadi mengatakan, hujan es terjadi karena pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif, luas, dan tebal di wilayah Pasuruan. Biasanya awannya juga cukup rendah.
Karena itu, butiran es yang turun masih belum mencair sempurna. Dan itu sudah hal biasa, karena kondisi tersebut.
“Dan, itu akan berkelanjutan bila syarat dan kondisi seperti yang saya jelaskan terpenuhi,” ujarnya. (zen/rud)
Editor : Fahreza Nuraga