POHJENTREK, Radar Bromo–Niatan rombongan PT Coats Rejo Indonesia menepi untuk beli es degan di tepi jalan raya Malang-Pasuruan, Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan berujung tragedi.
Mobil yang mereka tumpangi diseruduk dump truck yang hilang kendali, Jumat (30/1) pagi.
Akibatnya fatal. Satu orang meninggal dan tiga orang lainnya kritis. Korban meninggal yaitu Muhammad Sofyan Tsauri, 36, warga RT 1/RW 1, Jalan KH Abdul Karim, Desa Trate, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Dia pekerja di PT Coats Rejo Indonesia.
Sementara tiga korban kritis adalah Roy Febri Pratama, 24, warga RT 1/RW 1, Dusun Gedong, Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Dia rekan dari korban meninggal yang tidak lain penumpang Avanza.
Lalu sopir dump truck, Satriya Hanafi, 21, asal RT 6/RW 3, Desa/Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Dan terakhir, Poliah, 52, warga Desa Pleret, Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Dia adalah penumpang pikap.
Kecelakaan bermula saat sebuah mobil Avanza hitam menepi untuk membeli es degan, sekitar pukul 09.50.
Mobil nopol L 1568 MM yang berisi tiga karyawan PT Coats Rejo Indonesia itu diparkir di tepi Jalan Raya Pleret. Masuk Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.
Satu orang keluar dari mobil turun untuk memesan es degan. Dua orang tetap di dalam mobi. Yaitu, Muhammad Sofyan Tsauri di kursi sopir dan rekannya, Roy Febri Pratama, duduk di kursi tengah.
Saat itulah, tiba-tiba sebuah dump truck nopol S 8002 UU melaju dari arah selatan. Dump truck bermuatan pasir itu kehilangan kendali dan langsung menyeruduk bagian belakang mobil Avanza.
“Saat itu mobil Avanza parkir di tepi jalan untuk beli es degan. Tiba-tiba dump truck menabraknya dari arah selatan,” ungkap Susilo, saksi mata di lokasi kejadian.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pasuruan Kota Ipda Zulkifli menyampaikan, laka tersebut merupakan tabrakan beruntun. Melibatkan dump truck, Avanza, dan pikap.
“Diduga sopir dump truck mengantuk saat berkendara. Sehingga oleng dan menyasak dua kendaraan yang terpakir di tepi jalan,” ujarnya.
Menurutnya, dump truck melintas dari selatan ke utara. Seampainya di lokasi kejadian, diduga sopir mengantuk.
Dump truck lalu oleng ke kiri dan keluar jalan. Kemudian menabrak Avanza yang parkir di bahu jalan sisi barat.
Avanza terseret beberapa meter. Lalu terhenti usai mendarat pada sejumlah tiang, yang di antaranya tiang listrik.
Dump truck tak hanya menabrak Avanza. Namun juga menambrak pikap nopol L 8017 MC dan pemiliknya, Poliah. Pikap itu digunakan Poliah untuk berjualan es degan.
Akibat kecelakaan itu, dua orang yang ada di dalam Avanza terjepit tidak bisa keluar. Yaitu, sopir Muhammad Sofyan Tsauri dan penumpangnya, Roy Febri Pratama.
Sopir akhirnya meninggal, sedangkan penumpangnya kritis. Selain itu, pedagang es degan dan sopir dump truck luka parah akibat kecelakaan itu.
“Sebenarnya ada satu orang lagi di dalam Avanza. Namun dia keluar membeli es degan. Satu orang ini selamat,” lanjutnya. (zen/hn)
Daftar Korban Kecelakaan Maut di Pleret Pasuruan
Korban meninggal
Muhammad Sofyan Tsauri, 36, warga RT 1/RW 1, Jalan KH Abdul Karim, Desa Trate, Kecamatan/Kabupaten Gresik (sopir Avanza)
Korban Kritis
- Roy Febri Pratama, 24, warga RT 1/RW 1, Dusun Gedong, Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban (penumpang Avanza)
Luka: robek pada pelipis kanan dan hidung, lebam pada dada kanan, memar pada paha kaki kanan.
- Satriya Hanafi, 21, asal RT 6/RW 3, Desa/Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo (Sopir dump truk)
Luka: lecet pada lengan kiri dan robek pada punggung tangan kanan.
- Poliah, 52, warga Desa Pleret, Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan (pedagang es degan)
Luka: patah terbuka pada pergelangan kaki kanan
Editor : Muhammad Fahmi