PASURUAN, Radar Bromo - Produksi garam di Kota Pasuruan tidak maksimal.
Sepanjang tahun 2025 lalu, garam yang dihasilkan oleh enam kelompok usaha garam (kugar) hanya sebanyak 4.832 ton. Lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya, yang mencapai 5.967 ton.
Kepala Dinas Perikanan, Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Pasuruan, Muallif Arif menyebut produksi garam sepanjang 2025, tidak mencapai target.
Kurang 1.135 ton dari capaian tahun 2024. Padahal pihaknya menargetkan bisa menyamai capaian tahun itu.
"Ada enam kugar yang berproduksi tahun lalu. Sama seperti 2024. Tapi capaiannya memang tidak sama seperti 2025. Tahun lalu hanya 4.832 ton," katanya.
Ayik-sapaannya-menyebut lahan produksi garam tersebar di tiga kecamatan. Empat kugar di Kecamatan Panggungrejo memiliki luas lahan 71,32 hektare.
Lalu, satu kugar di Bugulkidul memiliki luas lahan 23,37 hektare dan produksi 781 ton. Dan, satu kugar lainnya di Kecamatan Gadingrejo, memiliki luas lahan 13,3 hektare.
Ia menuturkan sebenarnya enam kugar sudah mulai berproduksi sejak Juli 2025 lalu.
Namun hasilnya memang belum optimal. Cuaca panas tidak maksimal. Seringkali terjadi hujan.
Dan saat Desember 2025, tidak ada lagi yang berproduksi karena sudah masuk musim hujan.
"Capaian tahun 2025 memang tidak sebanyak tahun 2024. Harapannya bisa menyamai. Tapi faktor cuaca membuat tidak maksimal," sebut Ayik. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin