PASURUAN, Radar Bromo-Banjir di Kabupaten Pasuruan terjadi di empat kecamatan. Yaitu di Kecamatan Gondangwetan, Grati, Winongan, dan Rejoso. Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Rejoso dan Anak Sungai Rejoso yakni Sungai Curah di Winongan, Kabupaten Pasuruan.
Hingga Rabu (21/1) pagi, banjir di sejumlah wilayah mulai surut. Menyisakan Kecamatan Rejoso, Winongan, dan Grati. Di tiga tempat ini, ketinggian banjir masih 1 meter.
Sakri, kades Sumberejo, Kecamatan Winongan menyampaikan, banjir terjadi sekitar pukul 17.00, Selasa (20/1) sore. Banjir terjadi karena Sungai Curah meluap. Tidak hanya ke permukiman namun juga ke area wisata BUMDes Sumberejo yang berupa kolam renang.
“Sejauh ini sudah dua kali terjadi banjir. Tahun 2024 dan awal 2026,” katanya.
Biasanya, menurutnya, air sungai yang meluap mengalir ke barat. Namun kali ini sampai meluber ke timur dan utara. Lalu masuk ke kolam renang BUMDes.
“Untungnya tidak ada kerusakan sama sekali. Sebab, banjir hanya melintas dan tidak menggenang. Sekitar pukul 20.00, banjir reda,” lanjutnya.
Namun banjir menyisakan lumpur di kolam renang. Sehingga, pihaknya bersama warga harus membersihkan kolam renang untuk sementara menutup tempat wisata itu.
Empat desa yang lain di Kecamatan Winongan juga kebanjiran. Yaitu di Desa Winongan Lor dan Kidul, Bandaran, dan Prodo.
Desa Prodo mengalami banjir terparah. Di sini banjir menggenang dengan ketinggian 50 cm–1,5 meter.
Kepala Desa Prodo Lukman Hakim mengatakan, Desa Prodo diapit dua sungai besar. Yakni, Sungai Curah dan Sungai Rejoso.
“Kedua sungai meluber hingga menggenangi permukiman dengan ketinggian 1 meter hingga 1,5 meter pada Selasa malam,” katanya.
Diperparah dengan jebolnya tanggul Sungai Curah di Dusun Jetis, Selasa (20/1). Tanggul jebol sepanjang 12 meter dengan tinggi 4 meter.
“Banyak warga yang diungsikan ke tempat aman, terutama bayi dan lansia. Mereka mengungsi ke rumah saudara masing-masing yang banjirnya tak terlalu parah,” katanya.
Lukman menjelaskan, air Sungai Curah dan Sungai Rejoso meluber sejak pukul 17.00, Selasa (20/1). Pukul 24.00, ketinggian air mulai turun. Rabu (21/1) subuh, air tertinggi mencapai 70–90 cm di Dusun Jeris dan pukul 08.00 air semakin surut.
“Sekolah-sekolah di wilayah kami terpaksa diliburkan karena sekolah masih banjir,” katanya.
Selasa malam, BPBD Kabupaten Pasuruan sudah mengirimkan bantuan berupa makanan siap saji dan kebutuhan warga lainnya. Termasuk, bantuan dari desa tetangga. Sedangkan Pemdes Prodo sendiri, mendirikan dapur umum di balai desa. Sebab, dikhawatirkan ada banjir susulan.
Camat Winongan M Ganis Subintang menambahkan, banjir yang terjadi di empat desa sangat tinggi. Sampai Rabu pagi, genangan tertinggi di Desa Bandaran.
“Selasa malam, jalan Winongan menuju ke Grati di Desa Bandaran ditutup karena banjir begitu tinggi. Baru dibuka Rabu pagi,” katanya.
Sampai Rabu pagi, sejumlah dusun dan desa di Winongan masih tergenang. Mulai Desa Winongan Kidul, Winongan Lor, Bandaran, Prodo, dan Lebak.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Grati. Hingga Rabu siang, sejumlah desa masih terendam. Terdalam terjadi di Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan. Kondisi terparah ada di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon. Ketinggian air di kampung ini masih lebih satu meter.
Selama banjir, tim medis Puskesmas Kedawung Wetan stand by di lokasi terdampak banjir. Posko kesehatan didirikan di Dusun Kebrukan dan Kedawung Kulon, Desa Kedawung Kulon. Juga di Dusun Krawan, Desa Kedawung Wetan.
Di Grati, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum. Di antaranya beberapa sekolah di Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan. Seperti SDN Kedawung Kulon III.
Pihak sekolah pun melakukan proses belajar mengajar secara daring. Siswa hanya dipersilakan datang ke sekolah untuk mengambil jatah makanan bergizi gratis.
Hal serupa dilakukan TK Aisyiyah Bustanul Athfal yang lokasinya tak jauh dari SDN Kedawung Kulon III. TK ini terpaksa diliburkan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan, banjir dari luapan sungai terjadi di empat wilayah. Di Kecamatan Gondangwetan, Rejoso, Grati, dan Winongan.
“Rabu pagi ini Gongdangwetan sudah surut. Tinggal tiga Kecamatan lainnya. Di Rejoso sebagian,” ujarnya.
Kepala UPT PSDA Wilayah Sungai Welang-Pekalen, Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Anton Dharma mengatakan, dua sungai dilaporkan meluap selama banjir. Yaitu, Sungai Rejoso dan Petung. “Namun, sejauh ini tidak ada laporan tanggul jebol,” katanya. (zen/hn)
Editor : Muhammad Fahmi