PASURUAN, Radar Bromo - Anggaran yang dialokasikan pemkot untuk biaya listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun ini, turun.
Dinas Perhubungan (Dishub) menganggarkan Rp 4 miliar. Lebih rendah dari tahun lalu sebesar Rp 5 miliar.
Turunnya anggaran biaya listrik PJU tahun ini, disebabkan biaya listrik PJU yang dibayarkan sepanjang 2025, rendah.
Anggaran biaya listrik PJU tidak terserap penuh. Dari anggaran Rp 5 miliar yang disiapkan, terpakai hanya Rp 3,083 miliar. Sehingga ada sisa sekitar Rp 1,9 miliar.
Sekretaris Dishub Kota Pasuruan, Agus Wibowo menuturkan anggaran untuk membayar biaya listrik PJU tahun ini sebesar Rp 4 miliar.
Turun Rp 1 miliar dari biaya listrik yang dialokasikan tahun lalu. Pada 2025, biaya listrik PJU disiapkan Rp 5 miliar.
"Kami siapkan Rp 4 miliar tahun ini. Memang lebih rendah karena tahun lalu anggaran biaya listrik PJU itu dialokasikan Rp 5 miliar," katanya.
Agus menyebut pihaknya optimis anggaran yang disiapkan tahun ini mencukupi. Sebab tren pembayaran listrik tahun lalu terus menurun.
Pada November dan Desember, biaya listrik PJU yang dibayarkan pemkot berkisar Rp 270 jutaan per bulan.
Jika di rata-rata, biaya listrik PJU pemkot pada 2025 sekitar Rp 250 sampai Rp 300 juta.
Dengan asumsi ini, maka biaya listrik PJU dalam setahun sebesar Rp 3,6 miliar. Sehingga biaya listrik PJU yang disiapkan tahun ini diyakini bisa mencukupi.
"PJU di Kota Pasuruan menggunakan lampu hemat energi. Dan tidak ada lagi PJU taksasi. Jadi kami yakin cukup," jelas Agus. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin