PUSPO, Radar Bromo - Aksi pelemparan bondet di Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, belum berhenti. Setelah rumah warga di Desa Palangsari, giliran rumah warga di Desa/Kecamatan Puspo yang dilempar bom ikan pada Senin (19/1) malam.
Rumah itu milik Arjoko, 24, yang terletak di RT 2/RW 2, Dusun Gondosuli, desa setempat. Memang ledakan tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Ledakan hanya membuat atap asbes rumah korban rusak.
Informasi yang dihimpun, ledakan bondet terdengar sekitar pukul 22.00. Malam itu korban sudah berada di dalam kamar untuk tidur.
Begitu mendengar suara ledakan, korban terkejut dan keluar untuk mengecek. Seketika asap tebal masuk dalam rumahnya.
Menyadari ada ledakan bondet, korban lari lewat pintu samping rumah untuk memastikan ledakan tersebut.
Setelah asap memudar, korban melihat kondisi rumahnya sudah rusak di bagian depan. Arjoko menduga rumahnya telah dilempar bondet oleh orang tidak dikenal.
Korban pun melaporkan itu ke Senari, 71, hingga ke polsek Puspo. “Korban memberitahu orang tuanya setelah ledakan itu. Selanjutnya melaporkan ke kami,” ujar Kapolsek Puspo AKP Johanes Hardiono.
Pihaknya meluncur ke TKP usai mendapati laporan. Tiba di sana, polisi melakukan olah TKP.
Selain bagian dari rumah, barang bukti yang diamankan serpihan pecahan batu kecil, plastik hitam dan serpihan pecah asbes gelombang. “Tidak ada korban dalam insiden ini. Kini kasus ini sedang dilidik,” ujarnya.
Insiden pelemparan bondet di Puspo kini menjadi perhatian kepolisian. Sebab
teror pelemparan bondet membuat resah masyarakat. Kepolisian harus meningkatkan patroli untuk mencegah kejadian serupa.
Karenanya, Polsek Puspo akan lebih meningkatkan patroli untuk menekan kejadian serupa. Di awal tahun ini di wilayahnya sudah dua kali kejadian di bulan yang sama dengan rentan waktu tak sampai sepekan.
Dua peristiwa pelemparan bondet tersebut hampir sama. Kedua korban hendak tidur dan berada di dalam kamarnya.
Bahkan dia juga meyakini di wilayahnya banyak warga pembuat bahan terlarang tersebut. Itu juga menjadi target pengungkapan. “Memang di wilayah hukum kami, saya meyakini banyak pembuat bondet. Mungkin nanti kami koordinasikan dengan Polres,” kata Kapolsek Puspo AKP Johanes Hardiono.
Peningkatan patroli juga dilakukan jajaran Polsek Pasrepan karena di
wilayah ini terror bondet juga pernah beberapa kali terjadi. Sepanjang 2024 dan 2025, sejumlah insiden dan pengungkapan pernah dilakukan kepolisian.
Pertama terjadi pada Januari 2024 lalu di Dusun Precet, Desa Petung, Kecamatan Pasrepan yang terjadi Selasa (29/1) dini hari. Kemudian pada Agustus 2024 lalu, sebuah rumah kontrakan yang ada di Desa/Kecamatan Pasrepan, digerebek polisi.
Penggerebekan itu dilakukan, lantaran penghuninya menyimpan bahan peledak, berupa bondet.
Saat itu petugas mengamankan Mufid, 50, warga Dusun Gumeng, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton.
Di November 2024, dua warga Kecamatan Pasrepan, jadi korban penganiayaan, mereka tiba-tiba dibondet, kemudian dibacok oleh orang tak dikenal sekitar dini hari saat pulang nongkrong dari Winongan. Korban yaitu Muhajirin, 32, warga RT 7/RW 4, Jalan Dusun/Desa Lemahbang Selatan. Satu lagi adalah Nur Halem, 22, warga RT 4/RW 8, Dusun/Desa Sibon.
Di 2025 tepatnya September, pelemparan bondet juga dialami Ahmad Ali, warga Desa Sibon, Kecamatan Pasrepan. Saat itu dia dikejutkan ledakan bondet di depan rumahnya.
Di November 2025, ledakan bondet kembali terjadi di Pasrepan, Kamis (6/11) pagi yang terjadi di rumah Siti Sumailah, 33, warga Sapulante, Pasrepan, yang diduga juga karena lemparan bondet. Akibatnya, genting dan asbes di salah satu kamar rumah rusak.
Dari sejumlah kejadian di wilayah Kecamatan Pasrepan, membuat kepolisian akan meningkatkan patroli.
“Kami tetap melakukan Patroli untuk mencegah kejadian serupa. Kalau kejadian sejauh ini (tahun 2026, red) di wilayah kami masih nihil,” kata Kapolsek Pasrepan AKP Mastuki. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid