NGULING, Radar Bromo-Banjir tak hanya merendam kawasan pemukiman warga Nguling, Kabupaten Pasuruan. Salah satu makam di tempat pemakaman umum (TPU) setempat ikut tergerus.
Satu makam yang tergerus itu membuat kerangka manusia dari makam itu menyembut ke permukaan tanah, Minggu (18/1).
Kondisi ini terjadi diduga akibat banjir yang melanda kawasan tersebut. Sehingga menggerus tanah makam yang letaknya persis di bibir sungai.
Bahkan, nampak kerangka tengkorak keluar dari kain kafannya, tidak jauh dari makam.
Tengkorak tersebut diidentifikasi dari jenazah Ismail warga sekitar, yang meninggal pada Juni 2025 lalu. Tengkorak itu ditemukan sekitar pukul 11.00 oleh warga sekitar.
Mengetahui itu warga pun heboh. Perangkat desa mengunjungi di tengah kehebohan warga. “Setelah ditelusuri ternyata kerangka tengkorak itu jasat almarhum Ismail,” kata Kasun Pandean Untung.
Hal itu diketahui berdasarkan letak pemakaman almarhum Ismail tergerus banjir. Dan hanya satu makam yang tergerus.
Pihaknya pun mengkonfirmasi ke keluarga. Ternyata benar tengkorak tersebut adalah keluarganya. “Tadi pagi (19/1) dimakamkan kembali,” katanya.
Kepala Desa Nguling Suyitno menjelaskan, terlihat jelas tulang-belulang manusia, termasuk bagian tengkorak, tergeletak di atas tanah yang becek dan berlumpur.
Kondisi di sekitar lokasi makam tengkorak ambles dan mengalami retakan cukup parah akibat abrasi air sungai yang meluap.
Sejumlah warga berbondong ke lokasi untuk menyaksikan langsung kerusakan makam tersebut.
“Terbongkar karena banjir makam tersebut. Ini murni disebabkan oleh faktor alam,” ujarnya.
Tingginya debit air sungai menyebabkan tanah di area pemakaman tergerus, sehingga liang lahat makam-makam lama terbuka.
Kejadiannya karena banjir yang menggerus tanah, sehingga kuburan lama terbongkar.
Lalu kerangka jenazah yang sempat keluar dari liang lahat tersebut telah dimakamkan kembali. “Sudah dimakamkan kembali,” jelasnya. (zen/mie)
Editor : Muhammad Fahmi